Pasca Rilis GDP Inggris, Lonjakan Sterling Mungkin Hanya Sementara

Pasangan mata uang GBP/USD melonjak sekitar 0.4 persen ke kisaran 1.3645 pada sesi New York hari ini (13/10/2021), tetapi masih dalam rentang yang telah terbentuk sejak pekan lalu. Publikasi data pertumbuhan ekonomi Inggris tadi sore menunjukkan indikasi beragam, sementara sejumlah bank investasi terkemuka mulai memeringatkan adanya kemungkinan pelemahan sterling ke depan.

Lonjakan Sterling Mungkin Hanya Sementara

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa GDP Inggris meningkat +0.4 persen (Month-over-Month) pada bulan Agustus 2021, lebih lamban daripada ekspektasi konsensus yang dipatok pada +0.5 persen. Untungnya pertumbuhan ekonomi Year-on-Year membukukan kenaikan +6.9 persen, atau lebih baik daripada prakiraan sebelumnya yang hanya +6.7 persen.

Data produksi manufaktur dan industri Inggris juga mengekspresikan kelambanan. Produksi industri meningkat +0.4 persen (Month-over-Month) pada bulan Agustus 2021, tetapi pertumbuhan tahunannya terkoreksi dari +4.4 persen menjadi +3.7 persen (Year-on-Year). Produksi manufaktur tumbuh solid +0.5 persen (Month-over-Month) pada bulan Agustus 2021, tetapi data bulan Juli direvisi turun dari +0.2 persen menjadi -0.6 persen.

Baca Juga:   Euro Rontok, Dolar Menguat Di Tengah Drama APBN Italia

“Perekonomian Inggris mungkin telah menanggulangi gelombang COVID-19 Delta lebih baik daripada perkiraan kita, tetapi pemulihan tetap melambat,” kata James Smith, ekonom pasar negara maju di ING Bank, “Tapi mungkin sekali butuh waktu hingga awal tahun depan sebelum aktivitas ekonomi mencapai tingkat pra-virus (lagi), dan prakiraan pertumbuhan 1 persen kami untuk kuartal keempat itu juga lebih rendah daripada (prakiraan) BoE.”

Pimpinan dan jajaran Bank of England (BoE) belakangan ini ramai-ramai memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga pasar memperkirakan pengumuman terkait bakal tersampaikan pada November atau Desember. Sikap hawkish ini menyangga posisi bullish GBP. Namun, terdapat sejumlah risiko yang merintangi jalur reli GBP lebih lanjut.

Pertama, lonjakan inflasi di Inggris bersumber dari krisis energi yang meski mendukung kenaikan suku bunga tetapi menekan proyeksi pertumbuhan. Kedua, masalah brexit belum juga usai. Protokol Irlandia Utara lagi-lagi mencuat dalam pekan ini, sekaligus membangkitkan ancaman sengketa dagang antara Inggris dan Uni Eropa. Apabila Inggris memicu pasar 16 dalam protokol tersebut, pakta dagang bisa tertangguhkan dan Uni Eropa dapat melancarkan aksi balasan.

Baca Juga:   Dolar Melayang Di Posisi Terendah 6 Bulan Di Tengah Kekhawatiran Politik AS

Analis dari HSBC berpendapat GBP/USD juga sudah tidak lagi berada dalam area nilai wajar-nya. Alhasil, terdapat risiko penurunan nilai tukar yang signifikan bagi sterling.

“Inggris telah menghadapi dua kejutan besar dalam 15 tahun terakhir, keduanya berdampak lebih signifikan bagi keberuntungan Inggris daripada rekan-rekannya: Krisis Keuangan Global pada 2008-2009 dan referendum brexit pada 2016. Keduanya semestinya memiliki dampak negatif pada penilaian nilai wajar GBP,” kata Dominic Bunning, Kepala Riset FX Eropa di HSBC.

“Sebagian besar dari analisis optimistis seputar GBP berakar pada ide bahwa sterling itu murah,” tambah Bunning,” (Tapi) nilai wajar bagi GBP/USD sekarang berada di pertengahan 1.30-an, sedangkan konsensus masih berada di atas tingkat ekuilibrium secara signifikan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.