analisaforex

Pasar Gelisah Gegara Menkeu AS Ingin Akhiri Program Pinjaman Darurat Pandemi

Afiliasi IB XM Broker

Sentimen risk-on telah menggenjot gairan beli pelaku pasar selama lebih dari sepekan terakhir. Namun, kegelisahan kembali mencuat sehubungan dengan lonjakan kasus infeksi virus Corona (COVID-19) serta perpecahan politik AS. Kabar menggemparkan terbaru datang dari Menteri Keuangan AS yang berkeinginan untuk mengakhiri program pinjakan darurat Federal Reserve.

Pasar Gelisah Gegara Menkeu AS Ingin Akhiri Program Pinjaman Darurat

Dalam sebuah surat kepada Ketua The Fed Jerome Powell, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengungkapkan bahwa dana senilai USD455 miliar yang diberikan pada Kementrian Keuangan AS di bawah CARES ACT sebaiknya dipasrahkan kepada Kongres untuk realokasi bagi kebutuhan lain. The Fed menanggapi surat itu dengan dingin.

Meskipun program pinjaman darurat dalam rangka mengatasi pandemi COVID-19 tersebut tidak dipergunakan secara luas, pejabat The Fed menilai kehadiran program dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Para investor bisa yakin bahwa kredit akan selalu tersedia untuk membantu perusahaan-perusahaan, agen lokal, dan lembaga nirlaba selama krisis pandemi ini, selama program itu dipertahankan.

Pelaku pasar memantau silang pendapat ini dengan hati-hati. Di saat yang sama, para investor juga gelisah pada prospek hilangnya dukungan vital bank sentral di tengah memudarnya momentum pemulihan ekonomi AS dan melonjaknya tingkat pengangguran.

Baca Juga:   Euro Memegang Keuntungan Setelah Data Inflasi Zona Euro Yang Lemah

“Perpecahan antara Kementrian Keuangan dan The Fed (ini) berisiko mengguncang keyakinan teguh investor terhadap dukungan kebijakan berkelanjutan untuk membantu perekonomian mengatasi pandemi,” ungkap sebuah catatan dari DBS Singapura.

“The Fed telah menjadi satu-satunya sumber stabilitas di Washington dan menghapuskan kemampuannya untuk menyediakan dukungan di tengah pemulihan yang rapuh ini sangat tidak bijak,” kata Isaac Boltansky, direktur riset kebijakan di Compass Point Research & Trading, “Ini perkembangan yang mengkhawatirkan dan menyuntikkan ketidakpastian dan instabilitas ke dalam pasar secara tidak perlu. Berapa kali lagi Washington akan melakukan kekeliruan dalam merespons krisis ini?”

Sementara itu, sentimen investor juga terpukul oleh data yang menunjukkan bahwa jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit-rumah sakit seantero AS telah melonjak nyaris 50% dalam dua pekan terakhir. Kalifornia mulai memberlakukan jam malah dan membatasi aktivitas non-esensial demi menanggulangi penyebaran COVID-19. Situasi ini kian menumbuhkan keraguan pasar terhadap prospek pemulihan negeri Paman Sam, meskipun riset vaksin COVID-19 sudah mencetak kemajuan signifikan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply