analisaforex

Para Pakar Peduli Atas Kemampuan Twitter Untuk Berkicau Atas Nama Pengguna

Afiliasi IB XM Broker

Saat ini banyak sekali para pakar keamanan global dunia maya yang memberikan peringatan bahwa peretasan Twitter pada 15 Juli menampilan fakta bahwa jejaring sosial perlu memperkuat keamanan mereka. Itu untuk bisa menghindari skenario Black Swan yang lebih buruk dengan konsekuensi yang juga sangat serius.

Pada peristiwa yang paling baru, para penyerang meluncurkan penipuan Crypto berupa giveaway dengan memposting sebuah pesan phising lewat profil para selebriti Crypto yang dibajak. Bahkan tokoh politik utama dunia juga dibajak dan mereka berhasil mengumpulkan sampai 13 Bitcoin dari para korban yang tertipu.

Serangan yang Lebih Buruk

CEO dari perusahaan intelijen yaitu Group-IB yaitu Ilya Sachkov mengatakan bahwa dia percaya serangan itu menunjukkan ada masalah besar pada melek finansial yang sangat tinggi dan kebersihan dunia maya yang sangat buruk sekali. Dilansir dari Cointelegraph dia mengatakan:

“Ini bisa berakhir jauh lebih buruk lagi, sangat dipengaruhi oleh pasar saham atau bahkan telah menyebabkan bencana geopolitik. Ini adalah yang paling bisa mereka lakukan dengan akses mode Dewa yang sudah mereka miliki”.

Kemudian James Carder yang merupakan kepala petugas keamanan dan wakil Presiden dari LogRhythm Labs mengatakan bersamaan dengan usaha internasional untuk mengendalikan pandemi, para peretas dengan cepat mengambil keuntungan dan mengeksploitasi ketidakpastian saat ini untuk mendapatkan keuntungan finansial bagi mereka.

Carder juga mengatakan bahwa para ahli butuh melakukan evaluasi bagaimana serangan itu mungkin dan menampilkan pentingnya untuk memperkuat platform sosial media pada masalah privasi:

“Para peretas ini juga menimbulkan keprihatinan mengapa yang pertama, Twitter memberikan pegawai mereka fungsionalitas untuk memposting atas nama para pelanggan mereka. Jelas bahwa organisasi media sosial butuh kemampuan untuk pengelolaan akun dan khususnya kemampuan untuk bisa menghapus konten yang menyinggung dan dianggap tidak pantas. Karyawan tidak boleh diberikan akses mengirim postingan Twitter atas nama pengguna. Bisa jadi masalah muncul karena terlalu banyak fungsi namun tidak memiliki kontrol yang kuat”.

Ahli analisa dari Emsisoft, Brett Callow mengatakan bahwa usaha perbaikan Twitter mungkin tidak cukup mencegah kejadian semacam kemarin agar tidak terjadi lagi. Dia mengatakan memang Twitter akan berusaha keras, tapi tidak ada kepastian untuk mencegah terjadinya pembajakan akun seperti insiden kemarin.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply