Pandangan Hawkish Pejabat ECB Mengerem Kemerosotan Euro

Pasangan mata uang EUR/USD mengerem kemerosotannya pada kisaran 1.1225 dalam perdagangan hari ini (23/11/2021). EUR/JPY, EUR/CHF, dan EUR/GBP juga menampilkan penguatan tipis saat mengakhiri sesi Eropa. Masih ada tekanan yang cukup besar atas euro dari beragam faktor bearish, tetapi nilai tukar mata uang ini tertopang sejenak oleh retorika hawkish sejumlah pejabat bank sentral Eropa (ECB).

Pandangan Hawkish Pejabat ECB Mengerem Kemerosotan Euro

Isabel Schnabel, salah satu anggota Dewan Eksekutif ECB, tadi sore mengungkapkan bahwa “risiko inflasi condong ke atas”. Selain itu, ia juga mengesampingkan dampak negatif dari gelombang lockdown baru di Zona Euro. Ia menambahkan pula, “tetap mungkin untuk menghentikan program pembelian obligasi darurat pandemi (PEPP) pada Maret tahun depan.”

Pasar menganggap opini tersebut sebagai sinyal ECB akan mengurangi Quantitative Easing (QE), karena bank sentral lebih khawatir terhadap lonjakan inflasi daripada dampak lockdown. Sedangkan berakhirnya QE biasanya diikuti dengan kenaikan suku bunga.

“Jika seorang anggota Dewan Eksekutif ECB mengatakan risiko inflasi ‘condong ke atas’, ini adalah sinyal nyata bahwa pengetatan bertahap dari kebijakan moneter ultra longgar bakal dimulai,” kata Carsten Brzeski dari ING Bank, “Terakhir kali ECB memiliki penilaian risiko seperti itu tentang inflasi adalah pada 2014.”

Baca Juga:   AUD / USD Reli Lebih Dari 1% Pada Data Yang Kuat, Pernyataan RBA

Seorang pejabat ECB lain juga menampilkan pergeseran sikap menjadi hawkish. Anggota Dewan ECB Klaas Knot menyampaikan dalam sebuah wawancara bahwa suku bunga ECB mungkin meningkat setelah tahun 2022. Seperti halnya Schnabel, Knot juga mengecilkan dampak pembatasan sosial kesekian kalinya di Austria dan Belanda baru-baru ini. Knot menilai bahwa meski kebijakan lockdown pasti akan berdampak moderat pada aktivitas ekonomi, dampaknya atas inflasi sebenarnya lebih ambigu karena mungkin juga akan memperkuat sejumlah kekhawatiran bank sentral seputar gangguan pasokan.

Optimisme Knot dan Schnabel pada gilirannya mendongkrak keyakinan pasar terhadap “single currency“. Sebagaimana diungkapkan oleh Valentin Marinov dari Credit Agricole, “Selama kemunduran yang luas dan berlarut-larut dapat dihindari, EUR dapat menahan diri terhadap aksi jual spot baru, karena perhatian kemudian dapat beralih kembali ke perkembangan makro yang mendasarinya.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply