Pakar Pasar: NZD/USD Mendekati Titik Balik Krusial

Dolar New Zealand menguat sepanjang bulan Mei hingga awal Juni, Namun, NZD/USD mulai kehilangan momentum belakangan ini. Kiwi telah terkunci dalam area konsolidasi yang sangat sempit antara 0.6100-0.6150 selama lebih dari seminggu terakhir. Sejumlah analis memperkirakan Dolar New Zealand akan menghadapi titik baliknya dalam waktu dekat.

NZDUSD Mendekati Titik Balik Krusial

Pasar memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) baru akan memulai pemangkasan suku bunga pada akhir tahun 2024. Tingkat inflasi New Zealand masih tergolong tinggi, sehingga pemangkasan pada saat itu pun kemungkinan hanya berskala kecil.

Dolar New Zealand memiliki tingkat suku bunga tertinggi diantara negara-negara G10 saat ini, yaitu pada tingkat 5.5 persen. Seiring dengan minimnya ekspektasi penurunan suku bunga, banyak investor memarkir modalnya dalam NZD untuk memperoleh keuntungan dari selisih suku bunga dari praktik “carry-trade”.

Situasi itu mendorong penguatan Dolar New Zealand. Namun, sejumlah pakar berpendapat keunggulan suku bunga saja tidak cukup untuk mempertahankan daya saing Kiwi dalam jangka waktu lebih panjang. RBNZ juga kemungkinan akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar.

Baca Juga:   Harga Minyak Jatuh Pada Sumpah Saudi, Kenaikan Persediaan AS

“Kami pikir NZD pada akhirnya akan kehilangan kemilaunya. Carry yang dibangun di atas fundamental yang lemah mungkin tidak akan berkelanjutan dan pada akhirnya pivot dovish oleh RBNZ mungkin akan mengakibatkan ekspektasi penurunan suku bunga diperhitungkan kembali secara agresif,” ungkap sebuah catatan riset mata uang dari HSBC baru-baru ini.

Menurut HSBC, suku bunga yang tinggi dapat menyokong nilai tukar suatu mata uang hanya jika ada alasan yang cukup bagus. Namun, kondisi ekonomi New Zealand tidak mendukung suku bunga yang tinggi. Negeri Dua Pulau tersebut mengalami resesi sampai paruh kedua tahun 2023 dan baru saja pulih pada kuartal I/2024.

Beragam hasil survei ekonomi menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan dan konsumen NZ terus tertekan oleh suku bunga yang tinggi, sedangkan GDP per kapita semakin merosot.

“RBNZ diperkirakan akan membuat perubahan dovish yang lebih eksplisit pada pertemuan bulan Agustus, tetapi hanya melakukan pemangkasan suku bunga untuk pertama kalinya pada bulan November,” kata Dominic Schnider, pakar strategi di UBS, “Perekonomian New Zealand telah mengalami kemerosotan selama lebih dari setahun dan inflasi akhirnya mereda. Jadi, kami yakin siklus pemangkasan yang relatif agresif akan dimulai pada bulan November dan berlanjut hingga tahun 2025.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.