analisaforex

Outlook Dolar AS Memburuk Seusai Rusuh Capitol Hill

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) sempat terperosok sampai level 89.20 dalam perdagangan hari ini (7/1), memantapkan posisinya pada rentang terendah dalam nyaris tiga tahun. Kejatuhan kurs USD yang cukup signifikan ini berkaitan dengan konfirmasi kemenangan partai Demokrat dan Joe Biden dalam Pemilu AS yang diwarnai oleh penyerbuan Gedung Parlemen di Capitol Hill oleh pendukung Presiden AS Donald Trump.

Outlook Dolar AS Memburuk Seusai Rusuh Capitol Hill

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato provokatif seusai kemenangan dua kandidat anggota Senat AS dari partai Demokrat. Massa pendukungnya langsung berkumpul dan menduduki Capitol Hill, memaksa Kongres AS untuk menyetop sementara sidang sertifikasi hasil pemilu.

Krisis ini tak memicu pergolakan besar di pasar keuangan, karena penyerbuan Capitol hanya berlangsung dalam waktu cukup singkat. Anggota Kongres AS juga dapat melanjutkan kembali sidang yang tertunda. Sidang bahkan berlangsung lebih lancar, karena sejumlah Senator dari partai Republik membatalkan rencana mereka menentang pengesahan Presiden AS Terpilih Joe Biden.

Dibanding isu ini, trader dan investor lebih memperhatikan perubahan lansekap politik AS di mana partai Demokrat di bawah Biden akan mampu menyukseskan beragam program mereka. Pelaku pasar telah lama memandang kemenangan mutlak partai Demokrat sebagai faktor positif bagi saham dan komoditas, tetapi negatif bagi dolar AS. Pasalnya partai Demokrat mendorong peluncuran stimulus lebih besar yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga bakal meningkatkan defisit anggaran AS.

Baca Juga:   Harga Minyak Sedikit Melemah Setelah Keuntungan 2% Semalam

Mata uang-mata uang mayor melemah terhadap USD dalam perdagangan hari ini, tetapi analis lebih memandangnya sebagai koreksi teknikal belaka. Outlook USD versus mata uang komoditas dan mata uang negara berkembang masih tetap bearish, meskipun pair mayor seperti EUR/USD punya potensi melemah.

“Orang-orang telah bearish terhadap dolar AS selama setidaknya enam sampai sembilan bulan,” kata Ming Trang dari Silicon Valley Bank, “Jelas sekali Anda harus beristirahat sedikit sekali waktu.”

Dalam jangka pendek, pelaku pasar mungkin akan memantau rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat pada hari Jumat. Data PMI Non-Manufaktur AS hari ini dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, tetapi subindeks ketenagakerjaannya masih berada di bawah ambang 50. Artinya, pemulihan ekonomi AS saat ini belum tentu dibarengi dengan penurunan tingkat pengangguran yang telah membengkak tahun lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply