Notulen Rapat FOMC Bikin Dolar Kian Tertekan

Indeks dolar AS (DXY) ambles pada kisaran 105.80-an pada akhir sesi Eropa (24/11/2022). Pasalnya, publikasi notulen rapat FOMC November silam pada dini hari tadi menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed mendukung penurunan skala kenaikan suku bunga mulai bulan depan.

Notulen Rapat FOMC Bikin Dolar Kian Tertekan

Para pejabat The Fed yang menghadiri rapat FOMC pada tanggal 1-2 November tampaknya cukup puas dengan kenaikan suku bunga sekitar 50 basis saja pada bulan Desember mendatang. Dengan kata lain, bulan ini merupakan terakhir kalinya The Fed menaikkan suku bunga dengan skala sebesar 75 basis poin dalam siklus pengetatan moneter yang sedang berlangsung.

“The Fed akan gembira menggerakkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember, serta 25 basis poin mulai rapat pertama tahun depan,” kata Niels Christensen, kepala analis di Nordea, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Di saat yang sama, Christensen juga mencatat bahwa The Fed masih merasa perlu untuk terus menaikkan suku bunga demi menekan laju inflasi. Selama pasar tenaga kerja masih kuat, ia menilai The Fed masih akan terus menggalakkan pengetatan moneter.

Baca Juga:   Sinyal Stimulus Tambahan China Rontokkan Dolar AS

Situasi seperti ini menghimpit dolar AS, tetapi juga tak memberikan cukup alasan bagi mata uang lain untuk mengunggulinya secara signifikan. Konsekuensinya, volatilitas pasar mata uang hari ini relatif minim. Apalagi pasar Amerika Serikat akan tutup hari ini dalam rangka perayaan Thanksgiving.

Dalam basis harian, GBP/USD tercatat sebagai pasangan mata uang mayor berkinerja terbaik dengan kenaikan lebih dari 0.5 persen sampai kisaran 1.2110. Cable tersokong oleh data aktivitas ekonomi Inggris yang berhasil melampaui estimasi konsensus. Kendati demikian, skor Purchasing Managers’ Index (PMI) mengisyaratkan bahwa kontraksi masih terus berlangsung.

EUR/USD terpantau hanya menguat tipis sekitar 0.2 persen pada kisaran 1.0400. AUD/USD dan NZD/USD masing-masing hanya menanjak sekitar 0.4 persen pada kisaran 0.6755 dan 0.6270-an.

Bank sentral China tadi pagi mengumumkan serangkaian kebijakan untuk melonggarkan kebijakan moneter dan menjamin ketersediaan likuiditas perbankan. Namun, minat risiko pasar masih terus terkekang oleh kabar seputar pengetatan pembatasan aktivitas masyarakat akibat lonjakan kasus COVID-19 di China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.