Notulen FOMC Juli 2022: Suku Bunga The Fed Akan Naik Terus

Dolar AS semakin menguat menyusul rilis notulen rapat FOMC Juli 2022 tadi malam yang menegaskan komitmen hawkish The Fed. Indeks dolar AS (DXY) beranjak sampai kisaran 106.95 pada sesi Asia (18/8/2022), sementara greenback unjuk gigi dalam semua pasangan mata uang mayor.

Notulen FOMC Juli 2022 Suku Bunga The Fed Akan Naik Terus

Notulen dari rapat FOMC tanggal 26-27 Juli 2022 mengungkapkan bahwa Federal Reserve menyaksikan “sedikit bukti” tentang perlambatan tekanan inflasi. Karenanya, mereka menegaskan akan terus menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi meskipun kebijakan itu akan mengakibatkan perlambatan ekonomi.

Meski tak menyebutkan tingkat suku bunga tertegtu, notulen menyatakan kesiapan untuk menaikkan suku bunga seperlunya. Ada risiko pengetatan moneter yang agak kebablasan akan mengakibatkan perlambatan ekonomi, tetapi para peserta rapat justru berpendapat bahwa sejumlah penurunan kemungkinan bermanfaat untuk menurunkan tekanan inflasi.

“Partisipan (rapat FOMC) menekankan bahwa perlambatan dalam permintaan agregat akan memainkan peran penting dalam mengurangi tekanan inflasi,” demikian papar notulen.

Beriringan dengan sikap hawkish tersebut, notulen mengungkapkan sejumlah topik penting yang akan menjadi perdebatan baru dalam bulan-bulan mendatang. Beberapa topik itu antara lain mengenai kapan laju kenaikan suku bunga akan diperlambat, serta bagaimana cara mengetahui kenaikan suku bunga sudah berlebihan.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 04/03/2020 - INDONESIA BATAL TAMPILKAN MAHAKARYA BOROBUDUR DI ITB BERLIN 2020

Berlawanan dengan reaksi pasar yang bullish terhadap USD, sejumlah analis menilai notulen rapat FOMC kali ini cukup kompleks. Terdapat nada hawkish yang jelas, tetapi tidak ada sinyal eksplisit untuk kenaikan suku bunga agresif untuk bulan September mendatang.

Bob Miller dari Blackrock berpendapat pesan yang diberikan “jauh lebih bernuansa” dan mencerminkan kebutuhan “opsional” bank sentral yang sedang mencoba menelaah data-data dan guncangan ekonomi yang saling bertentangan, katanya. Ia menambahkan, “Meninjau berbagai situasi ke depan tampaknya masuk akal mengingat sifat siklus khusus ini yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Federal Reserve AS telah menaikkan suku bunga sebanyak total 225 basis poin sepanjang tahun ini sampai rentang 2.25-2.50 persen. Pasar kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi sebanyak 50 atau 75 basis poin pada bulan September. Dengan absensi sinyal yang jelas dari notulen ini, data inflasi AS berikutnya kemungkinan akan krusial untuk memprediksi skala “rate hike” The Fed berikutnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.