New Zealand Naikkan Suku Bunga, NZD/USD Malah Ambruk

Pasangan mata uang NZD/USD ambruk sekitar 1 persen ke level terendah 0.6855 dalam perdagangan kemarin (25/11/2021), setelah bank sentral New Zealand (RBNZ) mengumumkan kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin. Kiwi masih terpuruk di kisaran 0.6870-an pada pembukaan perdagangan hari ini (25/11/2021).

New Zealand Naikkan Suku Bunga NZDUSD Malah Ambruk

Kenaikan suku bunga biasanya mendorong penguatan nilai tukar terkait. Namun, dolar New Zealand justru tumbang karena kenaikan suku bunga RBNZ kali ini sudah diperkirakan oleh pelaku pasar sejak jauh-jauh hari. Sebagian analis bahkan sebelumnya mengharapkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin.

“Fakta bahwa RBNZ melaksanakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (saja) mengakibatkan sejumlah kemunduran di pasar, dengan kejatuhan tajam pada suku bunga jangka pendek dan penurunan moderat pada dolar New Zealand,” kata Michael Gordon dari Westpac.

Di saat yang sama, pengumuman RBNZ sebenarnya memuat sejumlah pesan optimistis yang dapat membatasi pelemahan dolar Kiwi. RBNZ mengungkapkan bahwa lockdown pada kuartal ketiga telah mengakibatkan kontraksi tajam dalam aktivitas ekonomi, tetapi kekuatan ekonomi tetap tertopang oleh kekuatan saldo agregat perusahaan dan rumah tangga, dukungan kebijakan fiskal, serta hasil ekspor yang melimpah. Lebih lanjut, RBNZ menilai tekanan kapasitas masih terus mengetat sehingga bank sentral akan perlu menaikkan suku bunga lagi.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 22/02/2021 - JELANG MOTO GP, MENAKER SIAPKAN SDM TERAMPIL DI NTB

Gordon menambahkan dalam komentarnya, “Meskipun (RBNZ) memutuskan untuk tidak bergerak 50 basis poin kali ini, proyeksinya menandakan jumlah pengetatan yang substansial selama beberapa tahun ke depan guna menundukkan inflasi.”

Nick Tuffley, Kepala Ekonom ASB, berpendapat bahwa fokus pasar berikutnya akan semakin beralih pada pertanyaan tentang seberapa jauh RBNZ akan menaikkan suku bunga ke depan. Pasar baru-baru ini memperhitungkan puncak suku bunga pada kisaran 3 persen, sehingga trader cenderung kecewa pada target akhir kenaikan suku bunga RBNZ saat ini yang sebesar 2.6 persen. Konsekuensinya, dolar New Zealand melemah.

ASB sendiri memperkirakan puncak suku bunga RBNZ mendatang berada pada level 2 persen. Alasannya karena para debitur mungkin bakal sangat sensitif pada kenaikan suku bunga, sedangkan RBNZ mungkin takkan terlalu terburu-buru untuk mengembalikan inflasi ke tingkat 2 persen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply