analisaforex

Negosiasi Inggris-Uni Eropa Masih Buntu, Pound Bergolak

Afiliasi IB XM Broker

Poundsterling bergolak antara level 1.2862-1.2962 terhadap dolar AS dalam perdagangan sesi New York hari ini (16/10). PM Inggris Boris Johnson menyampaikan respons tegas dalam menghadapi kebuntuan negosiasi Inggris-Uni Eropa dengan menyatakan bahwa pihaknya kini mempersiapkan relasi “berdasarkan prinsip-prinsip sederhana perdagangan bebas global”. Kalimat tersebut menyiratkan kemungkinan hasil “no deal” dalam negosiasi.

Negosiasi Inggris-Uni Eropa Buntu, Pound Bergolak

Pernyataan Johnson disampaikan dalam sebuah pidato televisi, sehubungan dengan KTT Uni Eropa yang diadakan selama dua hari terakhir. KTT tersebut agaknya gagal menggapai suatu garis besar kesepakatan yang dapat diterima oleh Inggris, sehingga Johnson menuding pihak Uni Eropa “menolak berunding secara serius”.

Menanggapi pernyataan Johnson, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan tim negosiasinya akan bertolak ke London pekan depan untuk meningkatkan intensitas negosiasi. PM Belanda Mark Rutte dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyiratkan kesediaan untuk berkompromi. Namun, Presiden Prancis Emmanuel Macron masih terpaku pada masalah hak penangkapan ikan di perairan Inggris.

“Tak ada alasan bagi para nelayan kami untuk dikorbankan bagi brexit. Kami tidak memilih brexit, orang Inggris yang memilihnya. Jadi, menjaga akses bagi para nelayan kami ke perairan Inggris memungkinkan kompromi yang bagus,” tegas Macron kepada wartawan pada hari kedatangannya di KTT Uni Eropa.

Baca Juga:   Keuntungan Yen Sebagai Alat Bantu Data Kunci, Euro Ternyata Di Atas Pembicaraan Yunani

Situasi ini menciptakan pergolakan pada nilai tukar pound versus beragam mata uang lain. Kesepakatan mungkin hanya dapat tercapai jika negara-negara anggota Uni Eropa lain kompak menekan Prancis agar bersedia berkompromi dengan Inggris.

“Sentimen akan tetap rapuh dengan risiko pullback jika ada berita negatif. Banyak noise yang dapat ditangkap oleh day-trader, tetapi tak ada tren yang muncul,” kata Neil Wilson, Kepala Analis Pasar di Markets.com.

Ia menambahkan, “Kedua pihak berjuang menuju sebuah kesepakatan dan terus melakukannya. Kedua pihak menginginkan sebuah kesepakatan dagang yang dapat dijual kepada konstituennya lalu ‘move on’. Waktunya ketat, tetapi kesepakatan yang ramping maupun minim perlu tercapai. Sebuah pertemuan informal antara para pemimpin negara di Berlin yang dijadwalkan untuk 16 November bisa jadi titik kritisnya.”

George Vessey dari Western Union menyampaikan pendapat senada. Katanya, “Hari-hari ke depan akan menentukan, dan trader bersiap menghadapi volatilitas GBP yang menggema.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply