Naik Tipis, EUR/USD Masih Berisiko Bearish

Duet EUR/USD menggeliat lebih dari 0.2 persen dalam perdagangan sesi Eropa hari Senin (15/5/2023). Kendati demikian, kenaikannya belum mampu mengimbangi kemerosotan yang berlangsung pada akhir pekan lalu. EUR/USD sudah surut kembali ke kisaran 1.0870 saat berita ditulis pada awal sesi New York, meskipun euro masih unggul terhadap yen dan sterling.

EURUSD Masih Berisiko Bearish

Penguatan euro selama beberapa bulan terakhir berkaitan dengan ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga Euro. Namun, isu suku bunga tak lagi relevan di tengah membesarnya risiko perlambatan ekonomi global.

Pelaku pasar kini was-was menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (GDP) Zona Euro pada hari Selasa besok, serta hasil survei ZEW Jerman dan penjualan ritel AS. Kesenjangan antara data ekonomi Zona Euro dan Amerika Serikat kelak dapat memengaruhi outlook jangka pendek EUR/USD secara lebih signifikan daripada ekspektasi suku bunga.

“Penataan ulang EUR/USD dengan spread obligasi telah kehabisan energi dan hedge funds mempertahankan posisi long mereka minggu lalu pada 22.5% dari OI, sehingga aksi ambil untung terlihat taktis dan tidak menandakan terjadinya perubahan yang lebih mendasar,” kata Kenneth Broux, pakar strategi FX di Societe Generale.

Baca Juga:   Rubel Rebound Tajam Dari Posisi Terendah Sebagai Eksportir

Broux menambahkan, “Tentu saja kita tak dapat mengabaikan bahaya dari kemunduran (EUR/USD) yang lebih dalam, khususnya jika (data) penjualan ritel AS hadir dengan kuat besok. Pertemuan antara 100-DMA dan garis tren yang terbentuk sejak September 2022 dekat 1.0800/1.0730 adalah zona support yang krusial. Penembusan (level ini) akan mempercepat retracement menuju 1.05.”

Data produksi industri Zona Euro yang dirilis tadi sore berdampak ringan, tetapi menunjukkan gelagat buruk bagi laporan ekonomi kuartal pertama dan kedua. Eurostat melaporkan produksi industri ambles sampai -4.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Maret 2023, atau hampir dua kali lipat lebih buruk daripada estimasi -2.5 persen yang diperkirakan oleh konsensus.

Harapan bagi penguatan EUR/USD juga tergantung pada perkembangan beberapa isu lain dalam pekan ini, termasuk masalah pagu utang AS dan momok resesi global. Apabila permintaan atas dolar AS sebagai safe haven berkurang, euro dapat berbalik naik lagi.

“Kami menurunkan keyakinan atas (posisi) long EUR/USD kami dari 4/5 ke 3/5. Tapi setelah impas pagu utang AS terselesaikan, harapannya dalam dua pekan ke depan, kami mengharapkan EUR menanjak lagi,” kata Jordan Rochester, pakar strategi Nomura, yang memperkirakan kurs EUR/USD pulih sampai 1.14 pada akhir Juni.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.