Menghadapi Mining Difficulty, Bitcoin Akan Melejit

Diprediksi dalam beberapa pekan para penambang BTC akan menghadapi mining difficulty. Perkiraan estimasi yang dihadapi ada pada 10 persen, bergantung pada hasil dari Brains, Bitrawr, BTC.com dan Luxor.

Angka ini masih bisa berganti, tetapi diperkirakan terjadi gejolak cukup tajam. Walaupun peningkatan membawa resiko yang cukup dalam bagi penambang. Hanya saja, waktu tidak dapat menunjukkan gejolak pasti.

Mining difficulty Bitcoin pada 2021 pernah mencapai puncak sebesar 25 triliun yang kemudian berjenjang menurun sampai 14 triliun. Angka mining tersebut tentunya akan mengalami perubahan setiap dua pekan.

Jika setiap blok penurunan bisa diatasi hingga target 10 menit sekali, maka mining difficulty dapat berubah meningkat. Satoshi Nakamoto menjelaskan apabila blok diproduksi terlalu over, maka mining difficulty akan berubah naik.

Mining Difficulty Bitcoin: Bagaimana Terjadi?

Para penambang BTC mengalami kesulitan yang tertuju pada kompleksitas proses komputasi penambangan. Semua ini menyesuaikan setiap 2 pekan ataupun pada 2.106 blok yang diinput berdasar rata-rata waktu.

Sebelum itu, tingkat kerumitan pernah mengalami penurunan hingga 3,6 persen yang diakibatkan badai musim dingin. Karena penyebab itulah para penambang akhirnya memilih untuk menutup tambangnya.

Baca Juga:   Willy Woo: Tanda-tanda Bitcoin Sedang Memisahkan Diri Mendukung Status Safe Haven

Penyebab lain juga bisa diakibatkan dari kenaikan harga insentif atau permintaan dari operator jaringan. Kelompok hashrate kembali aktif dan diperkirakan sudah memakai teknologi yang lebih canggih dan efisien.

Daniel berujar “Itu adalah bagian dari kombinasi penskalaan penambang institusional yang sedikit meningkat daripada beberapa varian positif,”. Perusahaan seperti Hive Blockchain hingga Marathon secara bertahap memilih menggunakan mesin modern.

Tidak hanya itu, teknologi yang dipakai juga lebih efisien seperti blockscape Buzz Miner dan S19 XPs. Menurut update yang dipublish pada Desember lalu, Hive juga menambah sekitar 1.423 mesin dengan teknologi Intel Block Scale.

Sedangkan Marathon turut meningkatkan kapasitas 12.000 S19 XPs di bulan mendatang. Mining difficulty Bitcoin dapat berkolaborasi dengan Chiper Mining yang mampu menambah kapasitas produksi.

Ketika menghadapi mining difficulty, para penambang BTC disarankan untuk membeli mesin baru. Peningkatan kapasitas dinilai sangat penting mengingat masa depan Bitcoin terlihat menantang.

Apabila penambang masih menunda-nunda untuk memiliki teknologi tersebut. Bisa saja mining difficulty Bitcoin dapat mengalami pengurangan keuntungan yang berdampak serius.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.