Melihat Peluang Bitcoin Menuju $ 100K Dilihat dari S2F

Pada Kuartal keempat akhir tahun ini, Bitcoin memang terlihat agak bullis. Namun dengan begini, muncul berbagai macam pertanyaan yang semua orang pikirkan. Mereka semua pasti bertanya, sampai mana Bitcoin bisa meraih harga tertinggi di akhir tahun? Sayangnya ini tidak semudah orang pikirkan. Dengan model Stock to Flow ( S2F ), BTC telah terlihat sebagai model kualitatif terkemuka.

Harga Bitcoin memang sering diperdebatkan karena apa yang terjadi di pasar seperti FUD. Model seperti S2F memang dirancang untuk melihat Bitcoin seperti dengan komoditas emas. Ini karena mereka punya penyimpanan nilai yang baik dan juga banyak yang mengakuinya. Walaupun begitu, masih banyak juga yang masih ragu akan hal ini. Jadi sudah pantas jika banyak pertanyaan yang akan muncul.

Komoditas seperti ini memang punya cara untuk mempertahankan nilai berdasarkan jangka waktu. Ini juga sebagian besar dipengaruhi oleh kelangkaan mereka di pasar. Selain itu, kelangkaan bisa diartikan sebagai kata kunci untuk melihat hubungan mata uang digital dengan harganya. Sementara itu model S2F hanya sebagai cara untuk melihat evaluasi dan cukup popular di masa lalu.

Baca Juga:   Kepala Ahli Ekonomi CME Memberikan Tanda Bitcoin Bersaing dengan Emas Sebagai Lindung Nilai

Apakah Cara Ini Tidak Valid?

Pada saat tulisan ini dibuat, BTC perada di harga $ 56,6K dengan keuntungan untuk harian dan mingguan cukup mengesankan. Misalnya keuntungan yang didapat mendekati 18,91% dan juga 2,67%. Namun jika melihat harga dari model S2F, harga BTC seharusnya berada di area sekitar $ 109,877,09.

Pada saat BTC menyentuh ATH berada di $ 64,000, menurut perhitungan dari planB, ini bukanlah puncak Bull Run. Dan pada saat tahun 2018 kemarin, model S2F dan juga PlanB memang tidak seakurat yang diharapkan. Lantas bagaimana dengan tahun 2021 ini, apakah bisa menjadi titik ekstrim untuk Crypto secara keseluruhan? Semua masih bisa saja terjadi dengan model apapun untuk memprediksi harganya.

Adapun mengapa model S2F gagal memprediksi harga pasar karena ada volatilitas yang cukup tinggi di BTC pada bulan Mei. Misalnya ada FUD dari China dan juga pergerakan tweet dari Elon Musk ternyata punya pengaruh yang sangat besar. Inilah salah satu alasan mengapa BTC jatuh pada saat itu. Dan dengan sekarang pemulihan BTC telah kembali, harapan prediksi dari model S2F jelas semakin meningkat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply