Lombard Odier: EUR/USD Akan Menurun Sampai 1.04

EUR/USD berhasil berkonsolidasi pada kisaran 1.0840-an pada perdagangan hari Jumat (23/2/2024), setelah sempat melemah akibat rilis data PMI Zona Euro kemarin. Akan tetapi, para pakar tetap pesimistis terhadap prospek euro versus dolar AS.

Lombard Odier EURUSD Menurun Sampai 1.04

Para analis dari Lombard Odier, sebuah bank terkemuka asal Swiss, memperkirakan kurs EUR/USD akan terus melemah sepanjang semester pertama tahun 2024. Alasannya, Amerika Serikat terus bertumbuh mengungguli negara-negara lain dan prospek ekonomi China tetap pesimistis.

“Risiko yang paling menekan bagi asumsi kami mengenai lemahnya EUR/USD pada paruh pertama tahun 2024 adalah prospek penurunan suku bunga The Fed lebih awal. Namun, The Fed secara eksplisit menolak hal ini, dan pasar tenaga kerja (Amerika Serikat) yang masih kuat serta inflasi jasa (Amerika Serikat yang kaku menunjukkan bahwa langkah (penurunan suku bunga The Fed) pertama tidak mungkin dilakukan sebelum bulan Mei,” ungkap Kiran Kowshick, Pakar Strategi FX Global di Lombard Odier.

Lombar Odier juga berpandangan lebih bullish terhadap USD. Nilai tukar dolar AS cenderung undervalue dibandingkan dengan tren pelemahan pertumbuhan di luar AS. Oleh karena itu, penurunan suku bunga The Fed kelak belum tentu menjadi faktor yang berpengaruh bearish bagi dolar AS.

Baca Juga:   USD/JPY Menguat Setelah Data Nonfarm Payrolls AS yang Optimis

“USD kemungkinan akan mempertahankan keunggulan yield-nya meskipun The Fed memangkas suku bunga,” kata Kowshick, “Catatan historis kinerja USD setelah pemotongan pertama suku bunga The Fed dalam siklus pelonggaran moneter menunjukkan bahwa konteks terjadinya pemotongan suku bunga itu penting.”

“Situasi tampaknya masih kondusif untuk penurunan lebih lanjut dalam EURUSD,” lanjut Kowshick, “kami masih yakin pasangan ini akan melanjutkan penurunannya selama semester pertama 2024, dan kami mempertahankan target tiga bulan pada 1.04.”

Lombard Odier menyebutkan beberapa skenario lain yang dapat semakin menekan kurs euro. Pertama, pergeseran arah kebijakan ECB menjadi lebih dovish. Kedua, potensi kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS mendatang. Mereka memperkirakan kurs EUR/USD mencapai 1.08 dalam 12 bulan ke depan.

Para analis dari Nomura juga pesimistis terhadap prospek euro dalam minggu-minggu ke depan. Menurut Nomura, EUR/USD berpotensi netral dan akan terus beredar dalam kisaran terbatas di bawah ambang 1.10. Selain itu, meski EUR/USD berpeluang menanjak sampai ke atas 1.09, kenaikannya kemungkinan cuma berlangsung sementara.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.