analisaforex

Kurs Rupiah Berkonsolidasi Setelah BI Pangkas Bunga

Afiliasi IB XM Broker

Referensi resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melemah dari Rp13,996 menjadi Rp14,064 hari ini (25/10). Fluktuasi disinyalir terjadi karena keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5.00 persen dalam RDG kemarin. Namun, keputusan BI selaras dengan perkiraan konsensus ekonom sebelumnya, sehingga tak menimbulkan gejolak terlalu besar di pasar uang.

Pasangan mata uang USD/IDR sempat menanjak hingga rekor tertinggi 14,068 merespons putusan BI. Akan tetapi, pair ini kembali menurun ke kisaran 14,030 pada akhir sesi perdagangan hari ini.

Kurs Rupiah Berkonsolidasi Setelah BI Pangkas Bunga

Langkah BI memangkas suku bunga sudah diperkirakan oleh banyak pihak. Piter Abdullah dari Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) mengatakan kepada Liputan6 bahwa kondisi domestik yang stabil memberikan ruang BI untuk kembali menurunkan suku bunga acuan demi mendorong pertumbuhan kredit dan meningkatkan konsumsi serta investasi. Akan tetapi, dibutuhkan kebijakan fiskal dan ekspansi sektor riil untuk merealisasikan dampak kebijakan yang signifikan terhadap likuiditas perbankan.

Sejumlah analis memperkirakan Bank Indonesia masih akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi dalam tahun ini. Salah satunya, Aldian Taloputra dari Standard Chartered yang catatannya dilansir oleh FXStreet tadi sore.

Baca Juga:   Outlook Mingguan NZD / USD : 10 - 14 Maret 2014

“Kami mempertahankan perkiraan kami untuk pemangkasan 25 basis poin pada bulan Desember, yang semestinya membawa suku bunga ke 4.5 persen pada akhir tahun ini, tetapi tak lagi mengharapkan pemangkasan pada bulan Februari setelah perubahan hari ini. Kami menilai kondisi global yang lemah akan membuat suku bunga global tetap rendah dan mendukung stabilitas Rupiah (IDR). Hal ini, dikombinasikan dengan penanggulangan defisit neraca berjalan, seharusnya menyediakan ruang lebih luas untuk pelonggaran kebijakan.”

Taloputra menambahkan, “Ada risiko BI bisa melonggarkan kebijakan (dengan memangkas suku bunga atau rasio giro minimum) lebih dini daripada ekspektasi kami, pada November, jika pertumbuhan GDP kuartal ketiga lebih rendah dibandingkan perkiraan. Kami tak menepis kemungkinan pelonggaran kebijakan lebih lanjut tahun depan, tetapi dengan suku bunga riil yang sudah sangat rendah, kami kira BI perlu bertindak hati-hati, terutama karena kemungkinan kenaikan inflasi.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply