analisaforex

Kurs Dolar Tertopang Oleh Peningkatan Kasus COVID-19

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) melemah lagi dalam perdagangan hari ini, tetapi penurunannya tertahan pada kisaran 92.40-an. Minat risiko pasar terbentur oleh jumlah kasus infeks virus Corona (COVID-19) yang masih terus meningkat pesat di berbagai wilayah. Padahal meski sejumlah vaksin virus sudah hampir mengakhiri uji tahap final, masih dibutuhkan waktu cukup lama untuk distribusinya. Situasi ini mendukung USD sebagai salah satu mata uang safe haven versus mata uang-mata uang high risk.

Kurs Dolar Tertopang Oleh Peningkatan Kasus COVID-19

“Tampaknya partisipan pasar kebingungan. Mereka tidak tahu di mana (perlu) menilai lebih penting, pada berita vaksin yang positif atau pada akselerasi infeksi dari pandemi,” kata Charalambos Pissouros, seorang analis pasar senior di JFD Group.

Meski demikian, Pissouros menilai penurunan pada aset-aset berisiko kemungkinan akan terbatas saja. Ia menambahkan, “Kami akan memperlakukannya (penurunan saat ini) sebagai pergerakan korektif dalam tren naik yang lebih luas, yang kami perkirakan pada akhirnya akan berlanjut.”

Sementara itu, Amerika Serikat masih tenggelam dalam perpecahan politik. Pembahasan proposal stimulus fiskal tambahan terhambat di parlemen AS lantaran penolakan Presiden AS Donald Trump untuk mengaku kalah dalam pilpres 2020. Padahal, momentum pemulihan tampak tersendat-sendat.

Baca Juga:   Saham APEX SENIN 02/07/2018 ( BERITA SAHAM )

Data klaim pengangguran awal meningkat 742k dalam periode sepekan lalu, padahal para ekonom sebelumnya mengharapkan penurunan ke 707k. Data sepekan sebelumnya juga direvisi naik jadi 711k.

Indeks manufaktur versi Fed Philadelphia untuk bulan November mencetak skor lebih tinggi pada 26.3 dibanding estimasi yang hanya 22.0. Namun, angkanya lebih rendah dari 32.3 yang tercapai pada periode sebelumnya.

Laporan Existing Home Sales bulan Oktober mengekspresikan dinamika senada. Data Existing Home Sales tumbuh 4.3% (Month-over-Month); lebih tinggi dibanding estimasi yang sebesar -1.2%, tetapi lebih lamban dibanding pertumbuhan 9.9% dalam sebulan sebelumnya.

Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau situasi politik negeri Paman Sam dan proyeksi pemulihan ekonominya. Arah kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve, juga menjadi sorotan. Yield riil untuk obligasi AS saat ini sudah berada pada teritori di bawah nol, sehingga pasar cenderung melepas USD untuk beralih pada aset-aset berdenominasi mata uang mayor lain yang menawarkan yield lebih tinggi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply