Kurs Dolar AS Menggeliat Di Tengah Kemunduran Euro

Indeks dolar AS (DXY) menanjak tipis ke kisaran 102.00 pada perdagangan hari Selasa (31/5/2022). Minat risiko pasar mulai gamang menyusul publikasi laporan preliminer inflasi Zona Euro periode Mei 2022 yang menunjukkan akselerasi melampaui ekspektasi konsensus, sementara ketegangan geopolitik Eropa-Rusia kembali memanas.

Kurs Dolar AS Menggeliat Di Tengah Kemunduran Euro

Gubernur The Fed Christopher Waller kemarin mengatakan pada Federal Reserve AS harus bersiap-siap untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada setiap rapat FOMC mulai dari sekarang hingga laju kenaikan inflasi benar-benar tertanggulangi. Pernyataan yang sangat hawkish itu sontak mendorong yield obligasi US Treasury meningkat kembali. Indeks dolar AS juga sempat terangkat sampai ke atas ambang 102.00, meski surut sedikit saat memasuki sesi New York hari ini.

Kabar-kabar ekonomi terbaru mengisyaratkan dolar AS berpotensi berkonsolidasi dalam jangka pendek. Masalahnya, laju inflasi global yang terus meninggi telah membuat para investor kehilangan minat untuk membeli aset-aset berisiko lebih tinggi.

Permintaan atas aset safe haven juga mengalami peningkatan setelah para pemimpin Uni Eropa mengumumkan kesiapan untuk menyetop sebagian besar impor minyak dari Rusia pada akhir tahun ini. Harga minyak mentah Brent dan WTI kompak meroket kembali ke kisaran 120 dolar AS per barel lantaran kabar tersebut. Padahal, kenaikan harga komoditas energi dapat memperburuk laju inflasi di Eropa maupun di kawasan lainnya.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 21/01/2021 - NILAI TUKAR YUAN MENGUAT TERHADAP DOLAR AS

Kebanyakan analis masih berhati-hati dalam menyikapi dinamika dolar AS saat ini. Shaun Osborne, kepala pakar strategi mata uang Scotiabank, mengatakan bahwa bounce dalam dolar AS hari ini menandakan support yang lebih baik bagi indeks dolar AS di sekitar Moving Average 50-day yang telah diuji beberapa kali selama beberapa sesi terakhir.

Patut diperhatikan bahwa DXY belum pernah ditutup di bawah Moving Average 50-day sejak pertengahan Februari, tetapi mulai bergeser mendekatinya selama beberapa sesi terakhir. Oleh karena itu, Osborne menilai, “Kami berpikir USD tak mungkin reli secara signifikan dan masih mempertimbangkan pergerakan harga untuk merefleksikan tahap awal pembalikan harga yang lebih luas dalam tren bullish USD baru-baru ini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.