analisaforex

Komentar Ketua The Fed Dorong Reli Dolar Jelang NFP

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS meningkat lagi sekitar 0.4 persen ke kisaran 92.00 dalam perdagangan hari ini, setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan pidato yang menjadi market-mover jangka pendek. Saat berita ditulis pada awal sesi London, greenback unggul terhadap semua mata uang mayor lainnya.

Komentar Ketua The Fed Dorong Reli Dolar Jelang NFP

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal tadi pagi, Powell bersikap cenderung meremehkan fenomena kenaikan yield obligasi AS belakangan ini. Ia menegaskan tidak ingin mengetatkan kebijakan moneter AS sebelum laju inflasi benar-benar naik lebih tinggi dari target 2 persen selama beberapa waktu, sembari menilai kenaikan yield obligasi sebagai suatu hal yang wajar dan tidak membutuhkan penyesuaian kebijakan dari bank sentral.

Sikap Powell tersebut mendorong aksi jual kembali marak di pasar obligasi, bursa saham, serta mata uang-mata uang non-USD. Akibatnya, yield obligasi US Treasury bertenor 10-tahunan meroket dari kisaran 1.43% untuk langsung menembus rekor tertinggi pekan lalu pada 1.53%. Sementara itu, mata uang mayor lain rontok. USD/JPY melambung ke kisaran 108.50, level terkuatnya sejak bulan Juni 2020. EUR/USD ambruk ke kisaran 1.1925, level terendahnya sejak November 2020. AUD/USD dan NZD/USD masing-masing merosot lebih dari 0.6 persen, meski masih tertopang oleh tangguhnya harga komoditas minyak dan logam.

Baca Juga:   Outlook Mingguan Perak / Tembaga / Emas Berjangka : 04 - 8 April 2016

“Setelah mengancam untuk naik lebih tinggi sepanjang pekan, dolar AS akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk memperpanjang kenaikannya menyusul komentar Ketua Fed Powell dalam acara virtual itu,” kata Lee Hardman, analis mata uang dari MUFG.

“Para investor sebelumnya berharap ia akan mendorong kurva yield turun secara lebih eksplisit, dan ketika pesan semacam itu tidak muncul, mereka mulai menjual obligasi,” ujar Michael Rottman dari UniCredit Bank.

Pelaku pasar selanjutnya akan memantau perkembangan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis beberapa jam mendatang. Konsensus saat ini memperkirakan Nonfarm Payroll bulan Februari meningkat 182k, lebih tinggi dari pencapaian 49k pada Januari. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stagnan pada level 6.3 persen. Apabila data Nonfarm Payroll dan atau tingkat pengangguran AS mengungguli ekspektasi, kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi kemungkinan dapat mendorong yield obligasi AS dan kurs USD makin tinggi lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply