analisaforex

KFIU Membuat Bursa Crypto Korea Selatan Ricuh

Afiliasi IB XM Broker

Korea Selatan dengan badan regulatornya telah mengeluarkan beberapa pemberitahuan. Mereka membuat aturan baru demi untuk melindungi warganya dari penipuan di bidang Crypto. Mereka punya kekhawatiran jika banyak proyek Crypto asing memiliki ancaman yang cukup serius. Maka dari itu mereka memperbarui peraturan yang ada.

Fakta di lapangan memang sedikit berbeda. Badan yang mengurusi regulator ini mengancam akan menutup beberapa exchange asing. Hal ini juga diberitahukan sejak jauh hari jika mereka tidak mengikuti peraturan yang ada. Exchange asing dapat tetap beroperasi jika mereka mendaftar diri ke badan anti pencucian uang milik Korsel.

Seperti kabar sebelumnya, pihak Korsel telah memberitahukan waktu sampai 24 September untuk mendaftarkan diri. Semua exchange harus mendaftar ke KHIU yang merupakan badan anti pencucian uang. Namun setelah beberapa waktu, pihak Korel melakukan langkah cepat. Mereka telah mengirimkan pemberitahuan ke 27 Exchange asing yang beroperasi di Korsel.

Berlaku Hampir Untuk Semua Pihak Asing

Semua Exchange itu harus segera memberikan laporan dalam aturan yang baru. Semua persyaratan harus dipenuhi jika ingin tetap beroperasi di Korsel. Selaian Crypto, bursa asing seperti Valas dan juga saham juga ikut terkena aturan yang baru ini. Mereka semua harus punya sertifikat keamanan informasi dari badan tersebut.

Baca Juga:   Setelah El Salvador, Kini Panama Akan Gunakan Bitcoin?

Menariknya, ini seperti semakin meluas dan membuat ricuh. Misalnya saja seperti Bithumb yang harus memutuskan diri dari platform luar negeri. Ini secara tidak langsung adalah paksaan yang harus dipenuhi oleh exchange tersebut. Namun langkah ini jelas menimbulkan banyak perdebatan yang panjang. Paling parah, mungkin bursa yang malah akan tutup.

Salah satu alasan lain yang mungkin terjadi penutupan adalah faktor dari bank Korea. Hampir semua bank yang punya mitra dengan exchange crypto tidak berani mengambil resiko yang ada. Mereka sepertinya lebih memilih untuk melepaskan kerjasama daripada nanti timbul masalah. Apalagi jika terjadi, ini tidak mungkin menjadi sesuatu yang besar.

Dan sampai saat ini, sepertinya belum ada yang menerima sertifikat itu. Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan belum bisa tercapai, mungkin akan ada penutupan besar-besaran di Korsel.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply