Keyakinan Konsumen AS Mantul, Kurs USD Unggul

Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0.2 persen sampai 105.70-an pada perdagangan hari Selasa (25/6/2024). Greenback tersokong oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang ciamik, pernyataan hawkish seorang petinggi The Fed, serta aksi cari aman menjelang pesta politik di beberapa negara mayor.

Keyakinan Konsumen AS Mantul Kurs USD Unggul

Laporan menunjukkan harga rumah keluarga tunggal di Amerika Serikat meningkat secara stabil. Kenaikan tercatat sebesar 0.2 persen pada bulan April, setelah naik 0.1 persen pada Maret.

Indeks Kepercayaan Konsumen AS turun sedikit dari 101.3 menjadi 100.4 dalam hasil survei bulan Juni 2024, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus yang sebesar 100.0.

Data-data tersebut meyakinkan pasar bahwa Federal Reserve AS dapat mempertahankan tingkat suku bunga yang tinggi dalam waktu lebih lama. Alhasil, Dolar AS melanjutkan konsolidasinya di atas ambang 105.50.

Greenback juga terbantu oleh pernyataan Michelle Bowman, salah satu Gubernur The Fed. Ia mengutarakan kembali pandangannya bahwa tingkat suku bunga yang stabil “untuk beberapa waktu” mungkin akan cukup untuk mengendalikan inflasi. Dia juga menegaskan kembali kesediaannya untuk menaikkan suku bunga jika diperlukan.

Baca Juga:   Pemerintah Inggris Umumkan Stimulus Fiskal, GBP/USD Lanjutkan Penurunan

“Kelemahan dalam beberapa data (ekonomi AS) sebelumnya seperti penjualan ritel dan klaim pengangguran tidaklah cukup untuk memicu reli FX atau pelemahan dolar,” ungkap Thierry Wizman, ahli strategi FX dan suku bunga global di Macquarie di New York, “Agar terjadi pelemahan dolar, kita tidak hanya harus melihat beberapa data yang lemah di AS, melainkan juga perlu melihat The Fed mempercepat penurunan suku bunganya.”

Pasar akan terus memantau perkembangan situasi ini, di samping isu-isu politik yang mencuat di berbagai negara. Presiden AS Joe Biden dan mantan Presiden AS Donald Trump akan memulai debat capres pada hari Kamis. Prancis akan menggelar pemilu legislatif putaran pertama pada hari Minggu. Inggris juga bakal mengadakan pemilu pada pekan depan.

Sejumlah pelaku pasar memilih untuk menepi terlebih dahulu di tengah berbagai tantangan jangka pendek. Pasalnya, pasar forex dapat bergolak jika hasil debat dan pemilu ke depan ternyata berlawanan dari perkiraan.

Simon Harvey, kepala analisis FX di Monex Europe, mengatakan kepada Reuters, “Anda akan melihat banyak posisi defensif menjelang putaran pertama pemilihan umum Prancis dan debat presidensial AS.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.