Kenaikan Suku Bunga Bikin Dolar AS Kian Perkasa

Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menaikkan suku bunga AS sebanyak 75 basis poin lagi tadi malam, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan tersebut mendorong greenback menguat lebih lanjut di pasar forex, sehingga indeks dolar AS (DXY) mencetak rekor tertinggi dua dekade baru pada kisaran 111.80-an. Greenback kemudian sempat terguncang oleh intervensi Jepang terkait yen, tetapi tetap mempertahankan posisi di level tinggi.

Kenaikan Suku Bunga Bikin Dolar AS Kian Perkasa

Menyusul pengumuman terbaru ini, suku bunga The Fed telah mencapai level 3.00-3.25 persen. Ini merupakan level Fed Funds Rate tertinggi sejak tahun 2008. Para pengambil kebijakan moneter AS juga mengungkapkan niat untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut sampai dua tahun ke depan.

“Saya masih menganggap (pengumuman The Fed) ini positif bagi USD secara moderat,” kata Ulrich Leuchtmann, Kepala Riset FX dan Komoditas di Commerzbank, “Bagaimanapun, semuanya bisa jadi sangat berbeda. Powell harus menjawab beberapa pertanyaan tentang jeda hipotetis di masa depan dalam siklus suku bunga (dalam konferensi pers). Tidaklah mudah melakukannya tanpa menimbulkan penfsiran dovish.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 10/09/2020 - HOMI KLAIM MINICLUSTER BESUTANNYA DIMINATI MASYARAKAT

Data Dot Plot menunjukkan median suku bunga untuk akhir tahun 2022 dari 3.4 persen menjadi 4.4 persen, sehingga mengisyaratkan masih akan ada 125 basis poin kenaikan suku bunga lagi hingga Desember. Sedangkan median untuk tahun 2023 naik 80 basis poin lebih tinggi sampai 4.6 persen. Dot Plot mengisyaratkan pengetatan moneter baru akan terlaksana sekitar 2024 dengan median suku bunga 3.9 persen.

Ketua The Fed mengutarakan kesiapan untuk terus mengetatkan kebijakan moneter demi mengendalikan inflasi, meskipun kebijakan ini akan mengakibatkan perlambatan ekonomi AS. The Fed memperkirakan inflasi masih akan tetap tinggi dalam waktu dekat sementara dampak kenaikan suku bunga belum meluas. Di saat yang sama, mereka merevisi turun proyeksi pertumbuhan PDB dan menaikkan proyeksi tingkat pengangguran.

Fokus para analis berikutnya beralih pada kontribusi kenaikan suku bunga dalam perlambatan ekonomi dan apresiasi dolar AS. Dolar AS kemungkinan akan tetap kuat sehubungan dengan selisih suku bunga yang sangat besar dibandingkan mata uang mayor lain. Namun sejumlah analis mempertanyakan kemampuan greenback untuk mendaki lebih lanjut, mengingat posisinya saat ini sudah sangat overpriced.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.