JP Morgan: Inggris Mungkin Tak Pangkas Bunga Tahun Ini

GBP/USD meningkat sampai level tertinggi dua bulan pada 1.2761 dalam perdagangan hari Rabu (22/5/2024). Sterling juga berhasil menundukkan euro kembali ke level terendahnya tahun ini. Pasalnya, rilis data inflasi Inggris tadi sore jauh melampaui perkiraan sebelumnya.

Inggris Mungkin Tak Pangkas Bunga Tahun Ini

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan pertumbuhan inflasi konsumen cuma melambat dari 3.2 persen menjadi 2.3 persen secara year-on-year pada bulan April 2024. Padahal, para pakar swasta maupun Bank of England (BoE) sebelumnya memperkirakan penurunan inflasi sampai 2.1 persen saja.

Beberapa rincian data inflasi utama bahkan jauh lebih fantastis. Inflasi inti tercatat cuma melambat dari 4.2 persen menjadi 3.9 persen, alias lebih kuat daripada estimasi konsensus yang sebesar 3.6 persen. Inflasi jasa malah melompat sampai 5.9% dalam periode yang sama.

Allan Monks, ekonom di JP Morgan, mengatakan bahwa sebagian besar data yang paling disoroti BoE malah menguat dalam basis 3 bulanan. Ia berpendapat perusahaan-perusahaan merasa cukup percaya diri untuk mengalihkan beban kenaikan harga-harga kepada konsumen, dan situasi baru-baru ini mengisyaratkan mereka akan terus melakukannya pada bulan-bulan mendatang.

Baca Juga:   EUR/USD Melonjak Berkat Komentar Presiden Bundesbank

“Risiko terbesar sekarang berasal dari pertumbuhan yang lebih kuat, yang berlangsung jauh di atas perkiraan BoE. Hal ini dapat meningkatkan kekuatan penetapan harga bisnis dan menaikkan risiko inflasi,” kata Monks, “BoE baru-baru ini meremehkan tanda-tanda persistensi inflasi yang sedang berlangsung dan mencoba menyiapkan pemangkasan suku bunga pada bulan Juni, tetapi datanya tidak sesuai.”

“Kenaikannya sangat luas,” kata Monks, “BoE baru-baru ini mulai mempertimbangkan data-data yang tidak memperhitungkan harga sewa (harga sewa naik 0.9% pada bulan April) tetapi hal tersebut juga tidak akan banyak membantu karena luasnya sektor jasa.”

“Kategori seperti layanan perumahan primer (yang bukan sewa, tapi tukang ledeng, tukang listrik, dll.) cenderung diabaikan karena bobotnya yang kecil, tetapi penting secara simbolis dalam tren harga yang lebih luas, dan (data tersebut) naik 4.4 persen pada bulan April,” imbuh Monks.

Data pasar saat ini menunjukkan bahwa prospek penurunan suku bunga BoE pada bulan Juni kian memudar. Prospek penurunan suku bunga BoE pada bulan Agustus juga menyusut. Pelaku pasar juga belum sepenuhnya yakin pada prospek penurunan pada bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga:   Pound Rebound, Terdongkrak Data Inflasi Inggris

“Kami tetap berpegang pada seruan kami (mengenai perkiraan pemangkasan suku bunga) pada bulan Agustus, tetapi meyakini bahwa risikonya sudah jelas mengarah pada penurunan suku bunga yang lebih nanti, dan pokok bahasannya sekarang adalah apakah BoE benar-benar dapat melakukan pelonggaran (suku bunga) pada tahun ini,” kata Monks.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.