analisaforex

Jokowi Ingin Bersihkan Penggoreng Saham, Kurs Rupiah Menguat

Afiliasi IB XM Broker

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat tipis dari Rp13,901 menjadi Rp13,895 dalam perdagangan hari pertama setelah perayaan Tahun Baru 2020. Kurs USD/IDR juga bertahan pada level Rp13,895, masih dalam rentang penguatan yang dihuni sejak 31 Desember 2019. Beberapa faktor mendukung apresiasi kurs Rupiah saat ini, dari dalam maupun luar negeri RI.

Kurs Rupiah Menguat

Sejak dua pekan terakhir tahun 2019, kasak-kusuk seputar akan segera ditandatanganinya kesepakatan dagang oleh Amerika Serikat dan China telah mengakibatkan depresiasi Dolar AS. Sebagai gantinya, mata uang komoditi dan mata uang negara berkembang memperoleh peluang untuk pulih dan menyesuaikan nilai tukar yang sebelumnya telah underpriced. Sentimen risiko pasar semakin solid setelah Presiden AS Donald Trump kemarin menyatakan bahwa penandatanganan kesepakatan terkait bakal dilaksanakan di Washington pada tanggal 15 Januari mendatang.

Kesepakatan dagang AS-China berdampak baik pula bagi Indonesia dan negara-negara berkembang di kawasan Asia, karena akan memperbaiki outlook pertumbuhan global. Dalam kondisi pertumbuhan global yang lebih baik, maka arus perdagangan internasional maupun permintaan terhadap komoditi utama diharapkan akan semakin lancar.

Baca Juga:   Analis: Euro Punya Peluang Reli Meski Wabah COVID-19 Meluas

Sementara itu, iklim investasi Indonesia juga dinilai semakin baik. Indonesia mampu mempertahankan laju pertumbuhan GDP tahunan pada level 5.02 persen hingga kuartal III/2019. Meskipun lebih lambat dibandingkan tahun 2018, tetapi prestasi ini cukup impresif di tengah seretnya pertumbuhan ekonomi di berbagai negara maju.

Aparat Indonesia pun kian meningkatkan upaya untuk memperbaiki pasar keuangan domestik. Mulai dari pengetatan aturan bagi manajer investasi yang berbuntut pada pembubaran beberapa reksa dana bermasalah; hingga peningkatan pengawasan pasar modal. Dalam upacara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (2/1), Presiden Joko Widodo juga mencanangkan pembersihan terhadap aksi goreng-menggoreng dan manipulasi demi mewujudkan pasar modal Indonesia yang transparan dan terpercaya.

“Praktik goreng-gorengan saham yang menimbulkan korban dan kerugian tidak boleh ada lagi. Berikan perlindungan kepada investor. Manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada fraud, pada kriminal harus ditindak dengan tegas,” ujar Jokowi.

Lanjutnya lagi, “Tahun 2020 saya harapkan dapat menjadi momentum bagi OJK dan BEI untuk mencanangkan tahun pembersihan pasar modal dari para manipulator. Yang sering memanipulasi. Manipulator ya berarti sering manipulasi. Yang enggak benar dipoles-poles jadi benar. Yang 100 tadi dipoles-poles jadi 1000. Hati-hati. Bersihkan dan hentikan ini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply