J Safra Sarasin: Swiss Bakal Pangkas Bunga Bulan Ini

Kurs USD/CHF terus beredar dekat level tertingginya tahun ini pada 0.8840-an sejak akhir pekan lalu hingga perdagangan hari Selasa ini (5/3/2024). Banyak faktor mendukung posisi duet ini, antara lain penundaan ekspektasi waktu penurunan suku bunga Federal Reserve AS dan majunya ekspektasi waktu penurunan suku bunga Swiss National Bank.

J Safra Sarasin Swiss Bakal Pangkas Bunga Bulan Ini

Laporan inflasi Swiss pada bulan Februari lalu menunjukkan angka-angka terendah dalam nyaris dua setengah tahun terakhir. Tingkat inflasi tahunan Swiss pada saat itu telah menurun sampai 1.2 persen, atau sudah masuk ke dalam area target suku bunga Swiss yang dipatok pada antara 0-2 persen.

Situasi ini memicu sejumlah pakar untuk memeringatkan adanya kemungkinan SNB akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. J Safra Sarasin, salah satu bank swasta kawakan asal Swiss, bahkan memperkirakan SNB dapat mulai menurunkan suku bunganya dalam rapat kebijakan reguler bulan ini.

“Mengingat prospek inflasi yang baik, Franc Swiss yang kuat, ekspektasi upah yang menurun, dan sikap moneter SNB yang restriktif saat ini, kami yakin bahwa penurunan suku bunga pada bulan Maret dapat dibenarkan,” kata Dr. Karsten Junius, Kepala Ekonom di J. Safra Sarasin.

Baca Juga:   Dolar Kanada Anjlok Setelah Harga Minyak Merosot Nyaris 1 Persen

Jika SNB benar-benar memangkas suku bunga pada bulan Maret, kurs Franc Swiss kemungkinan akan menghadapi tekanan lebih lanjut, karena SNB menjadi bank sentral utama yang menurunkan suku bunganya paling awal dalam siklus ini. ECB, Bank of England, dan Federal Reserve diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni.

J Safra Sarasin berpendapat ada lebih banyak alasan lagi mengapa SNB perlu memangkas suku bunga bulan ini. Pertama, prospek pertumbuhan ekonomi Swiss berada di bawah potensinya. Kedua, tingkat pengangguran terus mengalami kenaikan. Ketiga, nilai tukar Franc Swiss masih sangat kuat secara riil, sehingga merugikan bagi sektor manufaktur dalam negerinya yang mengandalkan ekspor.

J Safra Sarasin menilai sikap kebijakan SNB saat ini terlalu restriktif. Aktivitas ekonomi kemungkinan akan lebih bergairah apabila SNB mengadopsi pendekatan kebijakan yang lebih longgar dengan menurunkan suku bunganya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.