analisaforex

Isu Stimulus Fiskal Mengemuka Lagi, Dolar AS Lanjutkan Reli

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) meningkat sekitar 0.4 persen lagi ke kisaran 94.70-an dalam perdagangan hari ini, melampaui rekor tertinggi dua bulan yang tercapai kemarin. Sentimen risk-off masih membayangi pasar keuangan global, meskipun intensitasnya telah berkurang dan bursa ekuitas Wall Street mencatat penguatan moderat pada pembukaan sesi New York. Pelaku pasar kini kembali menyoroti isu stimulus fiskal tambahan yang sedang dibahas oleh parlemen AS.

Dolar AS Lanjutkan Reli

Media massa melaporkan pimpinan DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, yang mewakili kubu Demokrat, telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin terkait upaya kompromi untuk merancang paket stimulus tambahan. Sebuah paket stimulus senilai USD2.2 Triliun untuk menanggulangi dampak pandemi COVID-19 sedang disiapkan untuk voting pada pekan depan.

Seorang penasehat ekonomi Gedung Putih beberapa waktu lalu mengisyaratkan keengganan kubu Republikan untuk mengesahkan paket stimulus tambahan, apalagi dengan total nilai sedemikian besar. Akan tetapi, prospek rencana stimulus kini menguat sehubungan dengan memburuknya situasi pasar tenaga kerja AS.

Data hari Kamis menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran meningkat jauh lebih tinggi dari ekspektasi awal. Hal ini meningkatkan kemungkinan bagi proposal stimulus tambahan untuk disetujui. Namun, sebagian pihak masih khawatir kalau-kalau para politisi AS akan terus tarik-ulur tanpa hasil signifikan dalam waktu dekat.

Baca Juga:   Euro Jatuh Terendah 1 Minggu VS Dollar Setelah NFP, ECB

Ketidakpastian politik AS belakangan ini menjadi pusat risiko yang makin banyak diperbincangkan. Bloomberg melaporkan Trump segan menjalankan serah jabatan damai seandainya rivalnya, Joe Biden, memenangkan pilpres pada bulan November. Ia konon mengatakan bahwa pemilu “akan berakhir di Mahkamah Agung”.

“Kita telah melihat belakangan ini, dolar menguat sementara aset-aset berisiko dijual. Kita perlu melihat apakah hal ini akan berlanjut hingga lebih dari akhir bulan ini,” kaya Yukio Ishizuki, seorang pakar strategi senior di Daiwa Securities.

Rilis hari ini menunjukkan data pertumbuhan pesanan barang tahan lama inti AS mencatat kenaikan 0.4 persen (Mont-over-Month) pada bulan Agustus. Capaian ini kurang dari setengah ekspektasi yang dipatok pada 1.2 persen, dan jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan 3.2 persen pada periode sebelumnya. Namun, dolar AS masih ditopang oleh beragam ketidakpastian politik dan global.

Kenaikan yield obligasi AS juga memberikan support tambahan bagi Greenback. Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahunan yang terproteksi dari inflasi telah mencapai -0.911%, level tertingginya sejak akhir bulan Juli.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply