Inggris Turunkan Pajak Pekerja, GBP/USD Menguat

GBP/USD menanjak lebih dari 0.3 persen sampai level tertinggi satu bulan pada 1.2750 pada perdagangan sesi New York hari Rabu (6/3/2024). Dua faktor mendukung kelanjutan reli Sterling ini, yakni testimoni Ketua The Fed Jerome Powell yang mengecewakan para trader USD serta rencana anggaran Inggris yang menggembirakan para trader GBP.

Inggris Turunkan Pajak Pekerja GBPUSD Menguat

Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt tidak memberikan kejutan apa-apa dalam pengumuman Anggaran Musim Semi tadi sore. Ia mengumumkan pemotongan Kontribusi Asuransi Nasional (NIC) sebesar dua persen —mirip dengan penurunan pajak pekerja—, sekaligus membekukan bea masuk bahan bakar dan alkohol. Semuanya sama dengan desas-desus yang beredar sebelum pengumuman tersebut.

“(Rencana anggaran yang diumumkan Hunt) itu cukup sesuai dengan apa yang kami perkirakan,” kata Kirstine Kundby-Nielsen, analis FX di Danske Bank, “Anda dapat melihatnya dari reaksi pasar dengan emas dan sterling keduanya cukup stabil.”

“Sebagian besar kebijakan utama sudah diberitakan di media selama akhir pekan, tidak ada kejutan nyata, dan pemerintah telah mengambil tindakan yang relatif aman,” kata Lee Hardman, analis mata uang senior di MUFG, “Dari sudut pandang ekonomi, hal ini membatasi stimulus jangka pendek bagi perekonomian, sehingga tidak benar-benar mengubah ekspektasi terhadap kebijakan Bank of England.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 31/03/2020 - KAI BATALKAN 44 PERJALANAN KA JARAK JAUH DAOP 1 JAKARTA

Yield Gilt 10Y naik sekitar 1 basis poin menjadi 4.025 persen, sejalan dengan perdagangannya sebelum pengumuman tersebut. Ini merupakan kabar yang menyenangkan, karena pengumuman rencana anggaran oleh pendahulu Hunt sempat memicu gejolak dahsyat pada September 2022.

Pound Sterling merupakan satu-satunya mata uang utama yang berhasil mengimbangi keperkasaan dolar AS tahun ini. Prospek pertumbuhan dan inflasi Inggris lebih kuat dari perkiraan, sehingga pasar menaruh harapan yang lebih hawkish terhadap Bank of England dibandingkan beberapa bank sentral utama lainnya.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan Bank of England hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak 50 basis poin sampai akhir tahun ini. Sementara itu, pelaku pasar memperkirakan total penurunan suku bunga sebesar 90 basis poin dari Federal Reserve dan European Central Bank dalam rentang waktu yang sama

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.