analisaforex

Inflasi Zona Euro Sesuai Ekspektasi, EUR/USD Berkonsolidasi

Afiliasi IB XM Broker

Kurs EUR/USD menguat cukup tinggi selama dua minggu terakhir. Akselerasi program vaksinasi Zona Euro dan depresiasi greenback berkontribusi besar dalam reli bullish tersebut. Namun, data inflasi Zona Euro terbaru menumbuhkan kesangsian terhadap motor fundamental yang dapat mendorong relinya lebih lanjut.

Inflasi Zona Euro Sesuai Ekspektasi

Eurostat melaporkan bahwa laju inflasi konsumen Zona Euro bertumbuh 1.3 persen (Year-on-Year) pada bulan Maret 2021. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari data inflasi Februari yang sebesar 0.9 persen, tetapi sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, pertumbuhan inflasi inti terkoreksi dari 1.1 persen menjadi 0.9 persen (Year-on-Year).

Dinamika tersebut menandakan laju inflasi di Zona Euro pasca-pandemi belum meningkat setangguh negara-negara maju lainnya, khususnya Amerika Serikat. Detail dalam laporan inflasi juga menunjukkan melebarnya selisih laju inflasi antar negara, yang mana hal ini berpotensi menjadi salah satu masalah besar anyar bagi bank sentral eropa (European Central Bank). Akibatnya, ECB kemungkinan akan menyampaikan pandangan dovish lagi dalam pengumuman kebijakan berikutnya pada tanggal 22 April 2021 kelak.

Baca Juga:   Berita Saham MASA SENIN 05/03/2018

“Kami memperkirakan Dewan Gubernur akan menekankan bahwa outlook inflasi tetap di bawah targetnya, meskipun ada kenaikan baru-baru ini dalam angka-angka inflasi. Kami meyakini bahwa outlook inflasi yang lesu akan menjadi tema utama dalam tinjauan strategi (kebijakan ECB), yang kami perkirakan akan disimpulkan dengan target simetris 2 persen dan suatu bentuk “lunak” penargetan inflasi rata-rata, di mana ECB menempatkan lebih banyak pertimbangan pada melesetnya inflasi secara terus menerus dalam panduan ke depannya,” kata Sven Jari Stehn, kepala ekonom Eropa di Goldman Sachs.

Pada bulan Maret, ECB telah mengatakan akan melanjutkan program pembelian obligasi pemerintahnya dalam skema PEPP (Pandemic Emergency Purchase Programme) dengan skala EUR1.85 triliun dalam “laju sedikit lebih tinggi selama kuartal kedua”. Selain itu, bank sentral mempertahankan suku bunga refinancing, pinjaman marginal, dan fasilitas deposit masing-masing tetap pada tingkat 0.00%, 0.25% dan -0.50%.

Apabila ECB benar-benar menyampaikan pandangan dovish lagi pekan depan, euro berpotensi kembali melemah terhadap beragam mata uang lainnya. Potensi penguatan euro saat ini pun terutama masih berlandaskan pada sejauh mana depresiasi dolar AS akan berlanjut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply