Inflasi Zona Euro Meningkat, EUR/USD Justru Melempem

Pasangan mata uang EUR/USD terpantau melemah nyaris 1 persen sampai kisaran terendah 1.0679 dalam perdagangan hari Selasa (31/5/2022). Publikasi data inflasi Zona Euro menunjukkan akselerasi melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat harapan untuk kenaikan suku bunga ECB. Namun, sejumlah kekhawatiran lain membebani Single Currency.

Inflasi Zona Euro Meningkat

Laporan preliminer Eurostat menunjukkan bahwa tekanan harga konsumen di Zona Euro meningkat 0.8 persen (Month-over-Month) pada bulan Mei 2022, atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0.6 persen yang diperkirakan oleh konsensus. Laju inflasi tahunan pun ikut terkatrol dari 7.4 persen pada April sampai 8.1 persen pada Mei, jauh mengungguli estimasi konsensus yang hanya sebesar 7.7 persen. Lebih lanjut, ekspektasi inflasi ke depan akan terus meninggi.

“Inflasi meningkat secara keseluruhan berkat volatilitas pasar energi yang berkelanjutan lantaran sanksi (Eropa vs Rusia -red), melonjaknya harga-harga makanan, dan inflasi inti meningkat karena perusahaan-perusahaan memperhitungkannya melalui harga produsen yang lebih tinggi,” kata Bert Colijn, ekonom senior Zona Euro di ING.

“Kekhawatiran utama adalah seputar inflasi inti. Lonjakan (inflasi inti) dari 3.5 ke 3.8 persen hari ini menunjukkan bahwa harga input yang mahal telah disalurkan ke konsumen dengan cepat. Sementara ekspektasi harga jual dari perusahaan-perusahaan telah sedikit meningkat pada Mei, perkiraannya adalah (inflasi) inti akan tetap berada di atas target (ECB) untuk kuartal mendatang seiring dengan tersalurkannya harga input yang lebih tinggi lagi.”

Baca Juga:   Analisa Teknikal USDJPY 12 Juni 2018 (Tekanan Trader)

Data-data tersebut menandakan bahwa bank sentral Eropa (ECB) perlu segera mengubah arah kebijakan moneternya menjadi lebih ketat. Sayangnya, para pejabat ECB agaknya masih berdebat tentang bagaimana pengetatan moneter itu perlu dilaksanakan.

Sejumlah pejabat ECB pekan lalu telah mengungkapkan rekomendasi agar bank sentral menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin dalam waktu dekat. Namun, beberapa pejabat tinggi ECB lainnya berharap kenaikan suku bunga dapat dilaksanakan secara bertahap sambil terus memantau perkembangan ekonomi.

Kepala ekonom ECB, Philip Lane, kemarin mengatakan kepada media Spanyol bahwa kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli dan September merupakan laju pengetatan yang selayaknya menjadi patokan. Tak pelak, pernyataan Lane mendinginkan gairah pasar yang telah mendongkrak kurs euro selama beberapa waktu belakangan ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.