Inflasi Inggris Terus Meninggi, Rebound Sterling Berlanjut

Pound sterling menambilkan performa prima dalam perdagangan awal sesi New York hari ini (17/11/2021) dengan berbekal data inflasi Inggris yang mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kurs EUR/GBP anjlok lebih dari 0.4 persen ke level 0.8390 dan mencetak rekor terendah sejak Februari 2020. GBP/USD juga melanjutkan upaya rebound-nya hingga mendekati ambang 1.3500 lagi.

Inflasi Inggris Terus Meninggi Rebound Sterling Berlanjut

Laju inflasi utama Inggris meningkat 4.2 persen (Year-on-Year) pada bulan Oktober 2021; melampaui kenaikan 3.1 persen pada periode sebelumnya dan mengungguli estimasi pasar yang dipatok pada 3.9 persen. Laju inflasi inti tahunan juga terangkat sampai 3.4 persen, lebih tinggi daripada estimasi pasar yang sebesar 3.1. persen.

Faktor-faktor yang mendorong kenaikan inflasi Inggris kali ini juga tampak kokoh. Termasuk diantaranya gangguan pasokan global, lonjakan harga bahan bakar dan energi, serta peningkatan PPn dari 5.0 persen menjadi 12.5 persen setelah berakhirnya relaksasi pajak yang diberikan oleh pemerintah selama pandemi.

Data-data ini semakin meyakinkan pasar terhadap prospek kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE) sebesar 15 basis poin dalam waktu dekat. Namun, pasar masih terpecah antara ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan Desember 2021 atau Februari 2022.

Baca Juga:   Harga Minyak Naik Meskipun Tanda-Tanda Melambatnya Ekonomi Global, Ketidakpastian Brexit

“Hadir setelah rilis (data) pasar tenaga kerja yang bagus kemarin, (data inflasi) ini membuat kenaikan suku bunga pada Desember menjadi lebih mungkin (terjadi),” kata Paul Dales, Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics.

Dales menambahkan, “Efek dasar yang tak diinginkan mungkin menaikkan inflasi CPI ke sekitar 4.7 persen pada November dan lonjakan harga borongan mungkin membuatnya naik sampai sekitar 5.0 persen pada April tahun depan. Puncak itu akan selaras dengan prakiraan bank sentral, yang telah disebutnya konsisten dengan perlu menaikkan suku bunga.”

Sebagaimana diketahui, tingkat pengangguran Inggris kemarin dilaporkan mengalami penurunan dari 4.5 persen menjadi 4.3 persen pada September 2021. Jumlah klaim pengangguran juga berkurang 14.9k pada bulan Oktober 2021, sehingga menepis kekhawatiran pasar tentang peningkatan pengangguran setelah berakhirnya stimulus pandemi pemerintah pada akhir September. Mengingat Gubernur BoE Andrew Bailey sebelumnya telah menunjuk data tenaga kerja Inggris sebagai salah satu prasyarat untuk kenaikan suku bunga, rilis data tersebut memperoleh sambutan hangat dari pelaku pasar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply