Jepang Belum Capai Target Inflasi, USD/JPY Mencuat Lagi

USD/JPY sempat terperosok ke level terendah pada 149.20 kemarin, tetapi kemudian mencuat kembali sampai kisaran 150.60 dalam perdagangan sesi New York hari Jumat ini (1/3/2024). Tren duet Ninja agaknya masih cenderung bullish, karena bank sentral Jepang gigih mempertahankan tingkat suku bunga negatif.

Inflasi Belum Capai Target USDJPY Mencuat Lagi

Kazuo Ueda, Gubernur Bank of Japan (BoJ), tadi pagi mengatakan masih terlalu dini untuk mendeklarasikan keberhasilan dalam mengerek inflasi kembali ke level yang diharapkan oleh bank sentral. Saat ditanya oleh wartawan mengenai apakah target inflasi 2 persen sudah akan tercapai, ia menjawab “Saya pikir kita belum sampai ke sana”.

Hajime Takata, seorang anggota Dewan BoJ, kemarin mengatakan perlunya mengakhiri kebijakan moneter ultra longgar yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun. Namun, pernyataan Ueda kali ini seolah membantah pernyataan koleganya yang cenderung hawkish tersebut.

“Ini semacam permainan ‘polisi baik, polisi jahat’ yang terjadi di Jepang saat ini,” kata Rob Carnell, kepala riset regional ING untuk Asia-Pasifik, sebagaimana dikutip dari Reuters, “Saya pikir pasar kembali bersemangat mengenai kemungkinan perubahan (suku bunga BoJ) pada bulan April… (tetapi) dalam skema besarnya, apakah benar-benar penting (perubahan) itu terjadi pada bulan April atau Juni? Pokoknya asalkan hal itu terjadi.”

Baca Juga:   Data PMI Zona Euro Gagal Hapus Tekanan EUR/USD Pasca Rapat ECB

Kurs dolar AS secara umum masih naik-turun dalam rentang terbatas terhadap beragam mata uang mayor. Ekspektasi pasar untuk awal penurunan suku bunga The Fed sudah stabil pada Juni, dengan peluang sekitar 67 persen berdasarkan pantauan FedWatch CME.

Data terbaru menunjukkan tren harga di AS, yang diukur dengan Indeks Harga PCE Inti, meningkat sesuai dengan ekspektasi pada bulan Januari. Sementara itu, inflasi tahunannya merosot ke level terendah dalam tiga tahun.

Pelaku pasar akan terus memantau data-data ekonomi AS dan pernyataan para petinggi Federal Reserve berikutnya. Beberapa sorotan utama antara lain publikasi hasil survei PMI Manufaktur ISM malam ini, serta testimoni Ketua The Fed di Kongres AS pada pekan depan. Bagi USD/JPY, dampak kabar-kabar tersebut kemungkinan akan lebih besar daripada retorika para petinggi BoJ.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.