Inflasi AS Selaras Ekspektasi, Dolar AS Justru Terperosok

Hasil rilis data inflasi AS menakibatkan indeks dolar AS (DXY) terperosok ke kisaran 95.13 dalam perdagangan sesi New York hari ini (12/1/2022). Greenback ambruk dalam semua pasangan mata uang mayor, khususnya AUD/USD dan NZD/USD yang menguat sekitar 0.8 persen dalam waktu singkat.

Inflasi AS Selaras Ekspektasi Dolar AS Makin Terperosok

Laporan inflasi AS menunjukkan bahwa harga-harga konsumen melonjak pesat lagi pada Desember 2021. Inflasi utama melambung dari 6.8 persen menjadi 7.0 persen (Year-on-Year), selaras dengan ekspektasi pasar. Kenaikan laju inflasi utama merupakan yang terbesar sejak Juni 1982. Sementara inflasi inti meningkat dari 4.9 persen menjadi 5.5 persen (Year-on-Year), atau sedikit lebih tinggi dari ekspektasi konsensus yang sebesar 5.4 persen.

“Perekonomian AS tampaknya siap untuk kenaikan suku bunga dimulai pada Maret,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solution, “Tapi masalah dolar adalah bahwa pasar sudah punya ekspektasi yang terlalu hawkish untuk kebijakan The Fed tahun ini. Jadi meskipun harga IHK hari ini sangat tinggi, itu hanya memperkuat apa yang sudah diperhitungkan untuk dolar dan kebijakan The Fed.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM 19/8/2020 - CIMB NIAGA DORONG MASYARAKAT BAYAR PAJAK VIA OCTO MOBILE

Dalam testimoni di hadapan Senat AS pada hari Selasa, Ketua The Fed Jerome Powell tidak memberikan kesan “tergesa-gesa” menaikkan suku bunga. Hal itu mengurangi sebagian antusiasme pasar terhadap dolar AS, meskipun tak ada sinyal dovish sama sekali.

“(Itu) hanya contoh dari pasar yang saat ini (punya ekspektasi) berlebihan terhadap normalisasi The Fed. Saya pikir kita akan perlu melihat apakah dampak inflasioner dari Omicron ini benar-benar mendukung untuk The Fed menaikkan suku bunga empat kali dan memulai Quantitative Tightening tahun ini,” kata Simon Harvey, analis pasar FX senior dari Monex Europe, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Mata uang-mata uang komoditas bersorak menyambut penurunan antusiasme pasar terhadap greenback. Selain AUD/USD dan NZD/USD, Loonie juga ambil kesempatan untuk menguat 0.5 persen lagi versus USD.

EUR/USD memperoleh energi tambahan untuk melaju 0.5 persen ke kisaran tertinggi sejak pertengahan November 2021 pada 1.1420-an. GBP/USD juga menggenapkan relinya ke kisaran tertinggi sejak awal November pada kisaran 1.3690-an. Sebaliknya, USD/JPY ambruk 0.5 persen hingga memasuki rentang terendah dua pekan pada level 114.74.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply