Inflasi AS Meningkat, Dolar Cuma Menguat Tipis

Indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat dalam perdagangan hari Rabu ini, tetapi masih beredar di bawah ambang 105.00. Rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) cuma menunjukkan kenaikan sedikit di atas ekspektasi dan tidak memengaruhi proyeksi suku bunga The Fed.

Inflasi AS Meningkat Dolar Cuma Menguat Tipis

Harga BBM meningkat cukup pesat belakangan ini, tetapi kenaikan harga-harga secara umum tak melampaui perkiraan. Indeks CPI untuk semua kelompok barang tercatat naik 0.6 persen pada Agustus 2023. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi, meskipun lebih tinggi dibanding kenaikan 0.2 persen pada Juli.

Indeks CPI Inti meningkat 0.3 persen pada Agustus 2023, atau hanya sedikit lebih tinggi daripada estimasi konsensus maupun kenaikan periode sebelumnya yang sebesar 0.2 persen. Laju inflasi tahunan pun tercatat selaras dengan ekspektasi konsensus, yakni 4.3 persen.

Para analis berpendapat data-data inflasi konsumen ini tak cukup signifikan untuk mengubah arah kebijakan Federal Reserve. Oleh karena itu, perkiraan suku bunga The Fed tak berubah pada rapat FOMC pekan depan. Setelah mempertahankan suku bunga tetap pada rapat tersebut, The Fed masih punya peluang menaikkan lagi pada rapat November atau Desember.

Baca Juga:   Outlook Mingguan NZD / USD : 28 April - 2 Mei 2014

“Angka CPI AS hari ini secara umum sesuai dengan ekspektasi, kecuali angka inti bulanan yang menunjukkan kenaikan 0.3 persen dibandingkan ekspektasi kenaikan tetap 0.2 persen. Hal ini mungkin akan mengecewakan bagi The Fed, tetapi mungkin tidak cukup untuk menjustifikasi kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan (FOMC) bulan ini. Namun hal ini (memang) memperkuat argumen yang dikemukakan oleh Powell pada Simposium Jackson Hole untuk mempertahankan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan sebelum akhir tahun,” kata Stuart Cole, Kepala Ekonom Makro di Equiti Capital.

“Satu data saja tidak membentuk tren, (sehingga The Fed) tidak akan menaikkan (suku bunga) pada kuartal ini atau pada rapat berikutnya, tetapi akan memilih untuk melihat (data) pada Oktober dan November sebelum membuat pilihan untuk menaikkannya lagi,” kata Kim Forrest dari Bokeh Capital Partners di Pittsburgh, “Angka-angka hari ini tidak terlalu di luar ekspektasi hingga menggerakkan mereka (The Fed).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.