Greenback Unjuk Gigi Jelang Rapat Bank Sentral Pekan Ini

Indeks dolar AS (DXY) meroket sekitar 0.8 persen sampai kisaran tertinggi pada 111.60-an dalam awal perdagangan sesi New York hari Senin (31/10/2022). Greenback tersokong oleh antisipasi pasar menjelang rapat sejumlah bank sentral utama dalam sepekan mendatang.

Greenback Unjuk Gigi Jelang Rapat Bank Sentral Pekan Ini

Kalender forex pekan ini cukup padat dan menantang. Mulai dari rilis data inflasi Zona Euro tadi sore, rapat bank sentral Australia (RBA) besok pagi, rapat bank sentral New Zealand (RBNZ) pada hari Rabu, pengumuman suku bunga Amerika Serikat dan Inggris pada hari Kamis, serta laporan Non-farm Payroll pada hari Jumat. Ada pula serangkaian laporan hasil survei Purchasing Managers’ Index (PMI) yang akan dirilis dari berbagai negara utama.

Pelaku pasar meyakini The Fed akan terus menaikkan suku bunga AS secara agresif, berlawanan dengan beberapa bank sentral lain yang harus memperlambat laju “rate hike” mereka lantaran kondisi ekonomi yang melemah. Situasi ini menyokong antusiasme pasar membeli dolar AS, meskipun mata uang ini tercatat menurun selama Oktober.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 25/11/2019 - MENTERI ESDM MINTA DIREKTUR BARU AWASI DMO BATUBARA

“Pasar valas berada dalam mode wait-and-see menjelang rapat FOMC (penentuan suku bunga The Fed) pada hari Rabu, setelah kita menyaksikan nada yang lebih moderat dari beberapa bank sentral lain,” kata Samy Chaar, kepala ekonom Lombard Odier, sebagaimana dilansir oleh Reuters, “Pertanyaannya bukan apakah The Fed akan melanjutkan (rencana kenaikan suku bunga) –tidak akan ada perubahan dovish, karena masih terlalu dini untuk melonggarkan kondisi keuangan– tapi apakah kita akan mendapatkan sesuatu yang bernada lebih seimbang atau kejutan hawkish lagi?”

Bank sentral Australia dan Kanada kompak menaikkan suku bunga di bawah ekspektasi pasar pada bulan Oktober. Bank sentral Eropa (ECB) pekan lalu memberi kejutan “rate hike” sebesar 75 basis poin, tetapi pasar khawatir mereka tak akan berani bertindak seagresif itu lagi dalam bulan-bulan mendatang.

Para trader memperkirakan Australia hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin dalam rapat kebijakan pekan ini. Sebaliknya, spekulasi pasar seputar kenaikan suku bunga The Fed justru berkisar antara 50 hingga 75 basis poin. Pasangan mata uang AUD/USD pun jatuh lebih dari 0.6 persen sampai menyentuh level 0.6370-an lagi lantaran asumsi pasar tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.