Google, Raja Investasi di Perusahaan Blockchain?

Bertahan atau tidak, raksasa Google tampaknya masih sangat tertarik dengan perusahaan blockchain. Itu akan menjadi perusahaan yang paling banyak berinvestasi di yang terakhir sejak September, menurut sebuah laporan baru-baru ini. Data datang dari situs analitik Blockdata, yang menerbitkan laporan tentang 100 perusahaan dengan modal terbesar, seperti Google (Alphabet), dan investasi mereka di perusahaan blockchain.

Sebagai pengingat, yang terakhir saat ini adalah perusahaan terbesar ke-4 di dunia, dengan kapitalisasi pasar yang melebihi 1.500 miliar dolar. Oleh karena itu Alphabet, perusahaan induk Google, yang melakukan investasi paling banyak sejak September lalu. Kemudian ada nama lain sepertinya halnya dengan BlackRock, Samsung, Morgan Stanley dan juga Goldman Sachs.

Pembukaan Bertahap ke Blockchain

Seperti yang bisa kita lihat, Google telah berfokus pada 4 perusahaan blockchain:

  • Fireblocks, layanan penyimpanan aset digital;
  • Dapper Labs, sebuah perusahaan game yang secara khusus menciptakan NBA Top Shots;
  • Voltage, perusahaan infrastruktur terkait Bitcoin;
  • Digital Currency Group, sebuah perusahaan modal ventura.

Tetangga klasifikasinya tidak membuat pilihan yang sama. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa BlackRock lebih menyukai penerbit Lingkaran USDC, serta platform pertukaran FTX. Satu perbedaan penting adalah bahwa Google telah mempersempit pilihan perusahaan blockchain yang diminatinya tahun ini. Namun, raksasa teknologi telah menginvestasikan “hanya” 600 juta dolar tahun lalu.

Baca Juga:   Grayscale Kembali Membuka Cryptocurrency Trust Untuk Investasi Ketika Harga Bitcoin Naik Tinggi

Minat Google tidak terbatas pada investasi dalam usaha blockchain, tetapi ada kesabaran tertentu dari pihak perusahaan, yang secara bertahap meletakkan dasar untuk eksplorasi teknologi ini. Januari lalu, perusahaan mengkonfirmasi bahwa mereka akan mengeksplorasi lebih lanjut penyimpanan cryptocurrency. Ini masih beberapa yang diketahui publik, mungkin saja mereka juga masih punya proyek lain yang lebih besar.

Pada bulan yang sama, dia mengumumkan bahwa dia telah membentuk tim di Google Cloud, yang khusus didedikasikan untuk subjek tersebut. Sejak itu, ia semakin memperluas tim blockchain-nya. Kedatangan raksasa seperti Google di sektor ini bukanlah hal yang sepele. Hal ini menunjukkan bahwa sektor Teknologi dalam arti luas bermaksud untuk terus mengintegrasikan jenis teknologi ini di tahun-tahun mendatang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.