analisaforex

GDP Kanada Merosot, USD/CAD Melonjak

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang USD/CAD sempat tertekan selama awal pekan ini, sehubungan dengan meningkatnya sentimen risk-on di pasar keuangan global seiring dilonggarkannya lockdown di berbagai negara. Ekspektasi peningkatan permintaan BBM global pasca-lockdown menopang outlook perekonomian Kanada yang mengandalkan pendapatan dari sektor migas.

Meski demikian, kondisi ekonomi domestik sudah telanjur memburuk. USD/CAD mendadak melonjak sekitar 0.5 persen ke kisaran 1.3830-an dalam perdagangan sesi New York hari ini (29/5), menyusul rilis data Gross Domestic Product (GDP) Kanada yang ambruk cukup parah.

GDP Kanada Merosot USDCAD Melonjak

Badan Statistik Kanada melaporkan pertumbuhan ekonomi merosot 7.2 persen (Month-over-MOnth) pada bulan Maret 2020, tepat pada puncak penyebaran virus Corona di Amerika Utara. Laju GDP dalam basis kuartalan ambruk 2.1 persen untuk kuartal I/2020, versus peningkatan 0.1 persen pada kuartal sebelumnya.

Pemangkasan belanja masyarakat dan penutupan beragam perusahaan non-esensial demi membendung pandemi virus Corona di Kanada telah mengakibatkan perlambatan ekonomi signifikan. Data GDP disetahunkan tumbang 8.2 persen dalam periode tersebut. Estimasi data tersebut akan merosot lebih jauh lagi hingga 11 persen dalam periode Maret-April. Keseluruhan data sebenarnya sedikit lebih baik daripada ekspektasi pasar.

Baca Juga:   Dolar Yang Lebih Tinggi Karena Investor Mengincar Konferensi Pers Trump

“Ekspektasi kami adalah untuk penurunan 40 persen dalam kuartal kedua karena perekonomian diobrak-abrik oleh lockdown,” kata Ryan Brecht, ekonom senior di Actioan Economics, sebagaimana dilansir oleh The Globe & Mail, “(Namun) pelonggaran aturan-aturan itu sejauh ini pada Mei menandakan bahwa perekonomian sudah mencapai dasarnya pada April (dan kemungkinan tidak merosot lebih jauh).”

Sementara itu, pelaku pasar juga mengkhawatirkan efek perkembangan dalam ketegangan hubungan AS-China terhadap pasar komoditas global dan negara-negara yang berkaitan erat dengan keduanya. Kanada berstatus sebagai salah satu negara eksportir minyak utama, sedangkan China tergolong jajaran negara konsumen minyak terbesar.

Pada hari Kamis, China menyetujui sebuah perundangan baru yang akan memperkuat cengkeramannya terhadap Hong Kong. AS, Kanada, Inggris, dan Australia menyatakan sikap kontra terhadap langkah China tersebut. Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan pidato Presiden Donald Trump di mana ia akan menyampaikan sikap resmi AS terhadap China. Ada kemungkinan perang dagang kembali mengemuka.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply