analisaforex

GDP Australia Mencetak Rekor Terburuk Multi-Tahun

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masih bertengger dekat rekor tertinggi sejak Januari. Namun, pergerakannya terkoreksi cukup jauh ke kisaran 0.6930-an seusai rilis data GDP Australia. Aussie juga terpantau melemah tipis versus mata uang negeri jirannya, Dolar New Zealand. Pelaku pasar menyoroti data GDP Australia yang mencetak penurunan terparah dalam hampir dua dekade terakhir, sementara ketegangan hubungan dengan China berpotensi meningkatkan ancaman terhadap perekonomian.

GDP Australia Mencetak Rekor Terburuk Multi-Tahun

Australia Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa produk domestik bruto jatuh 0.3 persen pada kuartal pertama tahun 2020 dibanding kuartal terakhir tahun 2019. Ini merupakan penurunan laju GDP kuartalan untuk pertama kalinya sejak tahun 2011. Namun data sebenarnya lebih baik dari ekspektasi awal yang mensinyalir penurunan 0.4 persen.

Sementara itu, pertumbuhan GDP Australia dalam basis tahunan mengalami perlambatan dari 2.2 persen menjadi 1.4 persen. Data ini selaras dengan estimasi awal yang dirilis bulan lalu. Akan tetapi, pelaku pasar perlu memperhatikan bahwa data belum mencakup puncak lockdown berbagai negara bagian pada bulan April-Mei. Data awal tahun yang berkesan optimistis ini justru membuka kemungkinan catatan resesi lebih parah dari ekspektasi pada kuartal kedua.

Baca Juga:   Indeks Dolar Dekat Tertinggi 14 Bulan Menjelang Data Pekerjaan AS

Ketidakpastian outlook ekonomi telah diakui oleh bank sentral Australia (RBA) dalam penyampaian hasil rapat kebijakan mereka kemarin. Dalam rapat tersebut, RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan target yield obligasi pada level 0.25 persen. Mereka juga menepis spekulasi suku bunga negatif dengan alasan kebijakan moneter longgar saat ini masih memadai. Meski demikian, RBA menilai ketidakpastian terus membayangi selama pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir, sehingga suku bunga rendah dan quantitative easing perlu dipertahankan.

“Laju infeksi baru telah menurun secara signifikan dan sejumlah pembatasan (aktivitas ekonomi) telah dilonggarkan lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya,” kata Gubernur RBA Philip Lowe, “Namun, outlook, termasuk sifat dan kecepatan ekspektasi pemulihan, masih sangat tidak pasti dan pandemi ini kemungkinan memiliki dampak lama bagi perekonomian. Dalam periode jangka pendek ke depan, banyak hal akan tergantung pada keyakinan masyarakat dan perusahaan-perusahaan terhadap situasi kesehatan dan keuangan mereka sendiri.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply