GBP/USD Terperosok Jelang Rilis Data Inflasi Besok

GBP/USD terperosok ke bawah 1.2500 pada akhir pekan lalu, sehubungan dengan penguatan kurs Dolar AS secara global. Duet ini merosot lebih lanjut sampai menyentuh level terendah lima bulan pada 1.2408 dalam perdagangan hari Selasa (16/4/2024), karena data tenaga kerja Inggris terbilang mengecewakan.

Pound Sterling juga melemah terbatas terhadap beberapa mata uang mayor lain, termasuk euro dan yen. Namun, pasar agaknya enggan untuk melancarkan aksi jual yang lebih gencar terhadap Sterling menjelang rilis data inflasi Inggris besok.

GBPUSD Terperosok Jelang Rilis Data Inflasi Besok

Tingkat pengangguran Inggris naik dari 3.9 persen menjadi 4.2 persen dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Februari 2024, jauh lebih tinggi daripada hasil jajak pendata Reuters yang sebesar 4 persen saja. Sementara itu, pertumbuhan upah reguler melambat dari 6.1 persen menjadi 6.0 secara year-on-year.

Kantor Statistik Nasional mengatakan masih ada beberapa volatilitas dalam datanya karena mereka sedang merombak survei yang menghasilkan angka-angka tersebut. Namun, sejumlah pakar menilai data kali ini sudah membuktikan terjadinya pelemahan ekonomi yang mendukung pemangkasan suku bunga Bank of England dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga:   Outlook Mingguan AUD / USD : 11 - 15 Mei 2015

“Ada bukti lebih lanjut mengenai perlambatan pertumbuhan upah (di Inggris). Meningkatnya angka pengangguran, ditambah dengan penurunan upah secara bertahap, merupakan indikasi lesunya perekonomian,” kata Richard Carter, kepala penelitian bunga tetap di Quilter Cheviot.

Kenneth Broux, kepala penelitian korporat FX dan Bunga di Societe Generale, berpendapat senada. Katanya, “Saya pikir penurunan lapangan kerja adalah kabar baik bagi mereka yang berada di Bank of England yang akan memilih penurunan suku bunga. Dan dalam konteks tersebut, sekali lagi, dibandingkan dengan The Fed, ini bukanlah kabar baik bagi pound terhadap dolar.”

Tak semua pakar sependapat. Beberapa menilai pertumbuhan upah di Inggris masih terlalu tinggi, sehingga masih ada peluang bagi Bank of England untuk mempertahankan suku bunga yang tinggi dalam waktu lebih lama.

“Pertumbuhan upah nominal yang bandel dan kenaikan upah riil menunjukkan ekspektasi suku bunga Inggris memiliki ruang untuk penyesuaian lebih tinggi demi penguatan GBP,” kata Elias Haddad, Pakar Strategi Pasar Senior di BBH Global Currency Strategy.

Baca Juga:   Berita Saham GIAA SENIN 05/03/2018

Dalam situasi ini, pasar berfokus pada jadwal rilis data inflasi Inggris besok. Data tersebut dapat mengungkap kondisi tekanan harga-harga secara lebih jelas, sehingga berpotensi mengonfirmasi kapan Bank of England akan mulai menurunkan suku bunganya.

Sebagian besar trader saat ini memperkirakan Bank of England akan memulai penurunan suku bunga pada Agustus, tetapi peluangnya masih kurang dari 100 persen. Ada pula pelaku pasar yang meyakini penurunan suku bunga BOE akan dimulai pada Juni.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.