GBP/USD Terguling Akibat Ekonomi Kena Resesi

Dolar AS cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang mayor dalam perdagangan hari Selasa (24/1/2023), kecuali versus pound sterling. GBP/USD membukukan pelemahan signifikan sampai menyentuh level terendah empat hari pada 1.2260-an, setelah rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Inggris yang teramat mengecewakan.

GBPUSD Terguling Akibat Ekonomi Kena Resesi

Skor PMI Jasa Inggris untuk bulan Januari tercatat 48 saja. Angka tersebut jauh lebih rendah daripada estimasi ekonom yang dipatok pada 49.7, maupun angka periode Desember yang mencapai 49.9.

Skor PMI Manufaktur Inggris tercatat 46.7, atau sedikit lebih baik daripada estimasi yang hanya 45.4. Namun, angkanya jelas sekali maissh berada di bawah ambang 50.0 dan menandakan situasi resesi yang makin menajam.

Skor PMI gabungan pun terseret turun dari 49.1 menjadi 47.8, padahal konsensus sebelumnya mengharapkan perbaikan terbatas sampai 49.3. Kemerosotan ini memicu kejatuhan nilai tukar pound sterling terhadap beragam mata uang mayor.

“Sterling jatuh hari ini akibat PMI yang lebih buruk daripada ekspektasi. Semestinya nanti menguat kembali terhadap dolar, tetapi lebih lemah dari euro,” ujar Asmara Jamaleh, ekonom di Intesa Sanpaolo.

Baca Juga:   Reuters: No-Deal Brexit Bisa Dorong Sterling Anjlok 9 Persen

“Selanjutnya, kami memperkirakan sterling akan mulai melemah terhadap mata uang-mata uang tetangga Eropa karena data ekonomi menyoroti selisih pertumbuhan yang melebar,” kata Simon Harvey yang memimpin analisis FX di Monex Europe.

S&P Global yang mengompilasi data PMI ini menyatakan lebih lanjut bahwa “Data (PMI) Januari menyoroti penurunan yang berkelanjutan dalam aktivitas sektor bisnis Inggris. Walaupun hanya moderat, laju penurunan secara keseluruhan terakselerasi paling cepat dalam dua tahun.”

Ini merupakan alarm nyata bagi Inggris, karena mempersempit ruang bagi bank sentral Inggris (BoE) untuk menaikkan suku bunga dalam upayanya mengendalikan inflasi. Laju inflasi yang tinggi di tengah perlambatan ekonomi juga menandai adanya risiko stagflasi.

Laporan PMI Zona Euro hari ini menampilkan kondisi ekonomi beragam pada negara-negara anggota Zona Euro, sehingga sedikit lebih baik daripada Inggris. Sektor manufaktur dan sektor Jasa di Jerman dan Prancis –dua negara berekonomi terbesarnya– silih berganti mencicipi situasi kontraksi dan recovery. Tapi data tetap mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga ECB yang agresif tahun ini, sehingga EUR/GBP melambung ke level tertinggi lima hari pada kisaran 0.8840-an.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.