GBP/USD Melemah Terbatas Pasca Kenaikan Suku Bunga

Kurs GBP/USD jatuh ke kisaran 1.1260 pada penutupan perdagangan hari Kamis. Sterling tetap terpuruk pada level tersebut dalam pembukaan sesi Australia hari Jumat (23/9/2022), karena terjepit antara ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi Inggris.

GBPUSD Melemah Terbatas Pasca Kenaikan Suku Bunga

Bank of England (BoE) kemarin menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin. Keputusan tersebut selaras dengan ekspektasi konsensus, sekaligus lebih kecil daripada kenaikan 75 basis poin yang diharapkan oleh sejumlah kalangan.

Pound sterling justru melemah dalam menanggapi pengumuman BoE. Para ekonom menuding kenaikan suku bunga yang setengah hati itu jauh di belakang sebagian bank sentral utama lain, dan tidak akan mampu menekan inflasi.

“Suku bunga acuan resmi 2.25 persen tidak akan membatasi inflasi Inggris yang berada di sekitar 10 persen. Sungguh memalukan bahwa MPC BoE tidak memahami fakta dasar ini,” kata Andrew Sentance, mantan anggota MPC Bank yang kini bekerja sebagai penasihat di Cambridge Econometrics.

Di saat yang sama, sterling tersokong oleh keputusan BoE lainnya untuk melanjutkan penjualan obligasi. Sebagaimana diketahui, program Quantitative Easing yang diberlakukan BoE telah mengakumulasi obligasi dalam jumlah besar. Penjualan koleksi obligasi beserta kenaikan suku bunga diharapkan dapat menekan inflasi dari puncak 13 persen sampai 11 persen, meskipun tren inflasi kemungkinan tetap di atas 10 persen “dalam beberapa bulan mendatang”.

Baca Juga:   Indeks Dolar Melayang Di Tertinggi 2 Bulan Menjelang Laporan NFP

Bank sentral Inggris juga meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonominya. Sementara itu, pengumuman rencana anggaran fiskal baru dari pemerintah Inggris dapat menanggulangi ancaman resesi. Pengumuman tersebut kemungkinan akan disampaikan hari Jumat ini.

Para analis bersikap lebih pesimistis tentang dampak perbaikan proyeksi pertumbuhan itu bagi GBP/USD. Pasalnya, proyeksi ekonomi Inggris sebenarnya masih lebih buruk dibandingkan Amerika Serikat. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah juga mencederai outlook pound sterling.

“Jika kenaikan suku bunga BoE sebesar 50 bps hari ini dikombinasikan, totalnya akan mencapai 215 bps, yang membuat BoE tertinggal 10 bps di belakang RBA, RBNZ, dan Norges Bank, serta tertinggal 85 bps di belakang The Fed dan BoC. Hal ini jelas akan memicu penurunan GBP/USD lebih lanjut menuju level 1.1000,” kata Derek Halpenny dari MUFG.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.