GBP / USD Dips Karena Penjualan Ritel As Menunjukkan Akhir Stimulus Fed

Dolar diperdagangkan lebih tinggi terhadap yen pada Selasa setelah data mengungkapkan penjualan ritel AS meningkat untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Juli dan diperbaharui ekspektasi Federal Reserve untuk mulai meruncing stimulus mengukur akhir tahun ini. Alat stimulus seperti USD 85 miliar program pembelian obligasi bulanan Fed melemahkan dolar untuk memacu pemulihan, dan berbicara mereka pembongkaran dapat memperkuat greenback.

Pada perdagangan AS pada Selasa, GBP / USD diperdagangkan pada 1,5446, turun 0,11%, naik dari sesi rendah 1,5428 dan off dari tinggi 1,5512. Kabel ini cenderung untuk mencari dukungan di 1,5207, Rabu rendah, dan resistance pada 1,5574, tinggi Kamis.

Departemen Perdagangan melaporkan sebelumnya bahwa penjualan ritel naik 0,2% pada bulan Juli, sedikit di bawah ekspektasi untuk kenaikan 0,3% meskipun ekspansi tetap. Angka penjualan ritel untuk bulan Juni direvisi naik dengan keuntungan 0,6% dari peningkatan yang dilaporkan sebelumnya sebesar 0,4%, pemerintah AS menambahkan. Penjualan ritel inti, yang dilepaskan dari penjualan mobil, naik pada laju tercepat dalam tujuh bulan, memperluas 0,5% dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan 0,4%. Angka-angka mendorong investor untuk perdagangan pada ekspektasi bahwa Fed akan mulai meruncing pembelian obligasi bulanan baik pada bulan September atau pada bulan Desember dan membungkus program pada tahun 2014.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 29/09/2021 - KEMENKOMINFO : INTERNET CEPAT TERSEDIA SETELAH MIGRASI SIARAN TELEVISI

Kenaikan dolar memang melihat headwinds setelah Federal Reserve Bank of Atlanta Dennis Lockhart Presiden mengatakan Fed masih tidak memiliki cukup data untuk memutuskan apakah meruncing program stimulus harus dimulai pada bulan September. Sementara itu di seberang Atlantik, indeks harga konsumen Inggris semakin berkurang menjadi 2,8% pada basis tahun-ke-tahun dari 2,9% pada bulan Juni, menurut data resmi, sejalan dengan ekspektasi pasar. Sementara pound, naik terhadap euro dan naik terhadap yen, dengan EUR / GBP turun 0,20% pada 0,8585 dan GBP / JPY naik 1,25% pada 151,71. Pada Rabu, AS akan merilis data resmi pada inflasi harga produsen. Inggris adalah untuk merilis data resmi pada perubahan jumlah pengangguran dan tingkat pengangguran, serta data pada pendapatan rata-rata.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.