Faktor yang Mendukung dan Mengancam Sterling Pekan Depan

Pound sterling menorehkan prestasi yang cukup baik sepanjang bulan November. GBP/USD bahkan menduduki rentang tertinggi sejak Agustus pada kisaran 1.210 pada perdagangan hari Jumat (25/11/2022) berkat perbaikan sentimen global. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menumbangkannya dalam pekan-pekan mendatang.

Faktor yang Mendukung dan Mengancam Sterling Pekan Depan

Terdapat banyak faktor penting yang menyokong reli kurs pound sterling bulan ini. Antara lain reli saham global serta meredanya kekhawatiran domestik dan mancanegara.

“GBP telah memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan minat risiko dalam beberapa tahun terakhir, sehingga pemulihan dalam sentimen global juga akan mengangkat GBP dari tingkat yang undervalue,” kata Paul Mackel, Kepala Riset FX Global di HSBC.

Mantan PM Liz Truss dan Menkeu Kwasi Kwarteng sempat mengacaukan stabilitas pasar Inggris pada bulan September, tetapi PM Rishi Sunak dan Menkeu Jeremy Hunt berhasil mengembalikan kepercayaan publik melalui rencana anggaran yang sarat dengan penghematan fiskal. Sentimen domestik juga terbantu oleh keputusan Mahkamah Agung untuk menolak permohonan referendum kemerdekaan unilateral yang diajukan oleh Skotlandia.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 04/09/2020 - MORA BAYAR BUNGA OBLIGASI JATUH TEMPO Rp25,44 MILIAR

Harga minyak menjadi faktor terakhir yang tak kalah pentingnya dalam menyokong sterling. Harga minyak ambles sehubungan dengan isu pembatasan ekspor minyak Rusia serta pengetatan lockdown di China, sehingga memberikan imbas positif bagi mata uang-mata uang berisiko lebih tinggi seperti sterling. Namun, para analis mengingatkan bahwa outlook ekonomi Inggris belum membaik. Para ekonom Inggris masih memperkirakan resesi akan berlangsung mulai kuartal terakhir 2022.

“Meskipun kinerja GBP baru-baru ini konsisten dengan pandangan konstruktif jangka panjang kami, banyak ranjau masih menghadang di depan untuk GBP dalam jangka pendek,” ujar Valentin Marinov, Kepala Strategi FX G10 di Crédit Agricole.

“Kami melihat (hanya) sedikit perubahan dalam prospek Inggris Raya,” kata Michael Cahill, analis di Goldman Sachs, “(Pengumuman) anggaran pekan lalu tak mengubah jaminan harga energi, yang bersifat inflasioner, tetapi tak cukup tertarget untuk meredakan kekhawatiran BoE terhadap rumah tangga berpendapatan rendah, sedangkan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan dapat muncul kembali jika harga gas naik lagi.”

Sementara itu, pound sterling juga akan terpengaruh oleh perubahan kekuatan dolar AS secara positif maupun negatif. Apabila rilis data ekonomi AS pekan depan mendukung apresiasi USD, sterling kemungkinan tumbang lebih cepat. Tapi kalau data ekonomi AS justru mengecewakan, GBP/USD berpotensi menembus resistance untuk memasuki rentang yang lebih tinggi lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.