analisaforex

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar Cryptocurrency (Kripto)

Afiliasi IB XM Broker

Sejak diluncurkannya Bitcoin sekitar satu dekade lalu, pasar kripto semakin ramai dengan kemunculan beragam token mata uang baru seperti Ethereum, Litecoin, Ripple, Tether, dan lain sebagainya. Investor maupun trader tumpah ruah dan bersaing untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya di pasar ini. Perdagangan pasar kripto dikenal sangat volatile dan susah diprediksi, baik untuk jual-beli Bitcoin maupun mata uang kripto lain.

Ada peluang profit yang sangat besar dikarenakan tingginya volatilitas tersebut, tapi ada juga banyak orang menyerah akibat rugi terlalu besar dan memilih untuk berhenti trading kripto. Sebenarnya, Anda tetap bisa memperkirakan pergerakan pasar kripto dan memetik keuntungan sebagaimana dalam trading aset lain seperti forex dan emas. Syaratnya, Anda harus memahami sejumlah faktor yang mempengaruhi pasar kripto, bukan hanya mengandalkan prediksi teknikal atau intuisi saja.

Apa sajakah faktor yang mempengaruhi pasar kripto itu? Ada enam faktor, yakni tarik ulur kekuatan supply dan demand, persepsi kegunaan koin dalam jangka panjang, harga Bitcoin, perkembangan teknologi blockchain, sentimen pelaku pasar, dan regulasi seputar kripto yang diterapkan oleh berbagai negara. Mari kita simak satu per satu dalam ulasan komplit ini.

  1. Kekuatan Supply-Demand

Dalam pasar apapun, selalu ada fluktuasi supply (penawaran) dan demand (permintaan) yang memengaruhi harga aset. Demikian pula halnya dalam pasar kripto. Bitcoin, ethereum, ripple, dkk, merupakan aset yang nilainya dapat mengalami perubahan seiring dengan fluktuasi supply (penawaran) dan demand (permintaan) dalam pasar mata uang kripto. Bedanya, supply mata uang kripto umumnya sudah dibatasi sejak awal.

Baca Juga:   Apa itu Spread, Pips, Lot, Margin dan Leverage dalam Trading Forex ?

Contohnya, sirkulasi maksimum Bitcoin adalah 2 juta koin. Apabila 2 juta koin sudah ditambang, maka tidak akan dirilis Bitcoin baru, kecuali jika protokol-nya diubah. Orang-orang hanya dapat melakukan transaksi dengan koin yang sudah beredar dalam sirkulasi saja. Artinya, ada keterbatasan supply di sini yang akan membuat harga Bitcoin terus menerus meningkat apabila demand-nya tetap tinggi. Hal serupa juga dialami oleh mata uang kripto lain.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar Cryptocurrency

  1. Kegunaan Koin Kripto

Pada dasarnya, nilai aset apapun ditentukan oleh kegunaannya. Mata uang biasa seperti rupiah dapat memiliki nilai tertentu karena diakui oleh pemerintah dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Namun, apa yang akan terjadi jika rupiah tidak lagi diakui dan diterima? Maka mungkin akan terjadi seperti Dolar Zimbabwe yang akhirnya dicampakkan dan tak berlaku lagi di negaranya.

Situasi serupa dihadapi oleh mata uang kripto yang berbasis blockchain. Perbedaan harga antar mata uang kripto saat ini juga dipengaruhi oleh persepsi pasar terhadap kegunaannya dalam jangka panjang. Bitcoin menduduki peringkat pertama karena merupakan kiblat bagi beragam protokol mata uang kripto lain. Ethereum juga menikmati posisi harga cukup tinggi karena diakui oleh beragam perusahaan keuangan dunia dan metodologi-nya ditiru oleh banyak pihak di berbagai sektor.

Nilai tukar mata uang kripto apapun akan dilandasi oleh kegunaannya dalam jangka panjang. Mata uang kripto dengan fungsi paling banyak dan menawarkan inovasi blockchain paling multiguna, akan bertahan di pasar. Di sisi lain, mata uang kripto yang dibuat asal-asalan untuk mengikuti tren saja, maka pasti akan tersisih dari persaingan.

  1. Harga Bitcoin
Baca Juga:   Apa itu Price Action dan Strategi Trading Menggunakan Price Action

Hingga saat ini, Bitcoin masih bergelar “Sang Raja Kripto”. Hal ini setidaknya dilandasi oleh tiga hal, yakni posisinya sebagai pionir, fungsinya yang amat beragam, dan penggunaannya di dunia nyata. Bitcoin bukan hanya diperdagangkan secara digital, melainkan juga benar-benar dapat dipergunakan dalam transaksi berbagai produk dan jasa, mulai dari membayar biaya kuliah hingga membeli properti. Mata uang kripto mana lagi yang jangkauannya sudah mencapai sejauh ini!?

Posisi Bitcoin yang kokoh, membuatnya menjadi kiblat pasar kripto secara umum. Apabila harga bitcoin mengalami tren bullish, maka pasar kripto akan cenderung meningkat. Sebaliknya jika harga bitcoin merosot dan mengalami tren bearish, maka pasar kripto juga bakal tertekan. Meskipun situasi ini mungkin tak terjadi setiap hari, tetapi Anda dapat menyaksikannya dengan jelas dalam jangka menengah-panjang.

yang mempengaruhi harga bitcoin

  1. Perkembangan Teknologi Blockchain

Patut diperhatikan bahwa teknologi blockchain bukanlah sebuah teknologi yang sudah jadi, melainkan masih dalam proses perkembangan secara berkelanjutan dan open-source. Inilah biang kerok dibalik fluktuasi dan volatilitas pasar kripto yang sangat ekstrim. Perkembangan teknologi baru bisa berdampak baik maupun buruk terhadap pasar kripto, padahal dampak tersebut sangat sulit diprediksi sejak awal.

Coba tengok saja harga mata uang kripto ketika ada berita akan terjadi hardfork, implementasi lightning network, dan lain sebagainya. Setiap kali muncul berita awal, harga akan goyah. Beberapa saat setelah perubahan diaplikasikan, harga bisa jatuh drastis ataupun melonjak pesat. Ke depan, perkembangan teknologi blockchain akan terus memengaruhi pasar kripto, khususnya apabila ada inovasi baru yang dapat menyelesaikan masalah skalabilitas (keterbatasan ukuran dan transaksi kripto dalam blockchain).

  1. Sentimen Pasar
Baca Juga:   Apa itu Contract for Difference (CFD)

Sebagaimana pasar keuangan lain, kripto juga dibayangi oleh sentimen pasar seperti kepanikan, ketidakpastian, dan euforia. Sentimen pasar berdampak lebih ekstrim di pasar kripto daripada di pasar forex atau emas, karena banyak orang menguasai kepemilikan mata uang kripto. Umpama seorang investor pemilik bitcoin dalam jumlah besar mendadak menjual portofolio-nya karena meragukan masa depannya, maka pasar kripto bisa langsung tumbang.

Sentimen Pasar Kripto

  1. Regulasi Seputar Kripto

Hingga saat ini, negara-negara di seluruh dunia belum mencapai kesepakatan bulat mengenai regulasi mata uang kripto. Upaya untuk menyeragamkan regulasi pun belum membuahkan hasil. Akhirnya, ada negara yang memperbolehkan penggunaan kripto sebagai mata uang, ada negara yang menyebut kripto itu ilegals, ada negara yang hanya mengakuinya sebagai aset investasi dan objek pajak saja, dan lain sebagainya. Regulasi yang sudah ditentukan pun bisa diubah di masa depan sesuai keinginan pemerintah masing-masing negara (misalnya seperti di China dan Rusia).

Bagi pasar kripto, persepsi pengakuan regulasi (legalitas) bagi mata uang digital berpotensi mendorong kenaikan harga secara massal. Sebaliknya, apabila ada negara yang menyatakan larangan atau pembatasan terhadap pembuatan dan perdagangan kripto, maka akan berdampak negatif terhadap pasar kripto. Terkait hal ini, ada beberapa negara tertentu yang regulasinya disoroti oleh pelaku pasar, yakni Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply