analisaforex

Euro Tertekan Di Tengah Eskalasi Upaya Membendung COVID-19

Afiliasi IB XM Broker

Nilai tukar euro terpuruk dekat kisaran 1.1710-an terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini (16/10). Meskipun berupaya mendaki, Single Currency masih tertekan oleh upaya pemerintah berbagai negara Eropa untuk membendung penyebaran gelombang kedua COVID-19 di wilayah masing-masing. Pemulihan ekonomi Eropa yang sudah dimulai sejak pertengahan tahun ini, kemungkinan tersandung oleh eskalasi upaya membendung COVID-19 lagi.

Euro Tertekan Di Tengah Eskalasi Upaya Membendung COVID-19

Jerman dan Prancis mengikuti jejak Spanyol dalam memperketat pembatasan aktivitas di ibukota masing-masing. Jerman akhirnya membatasi jumlah orang yang boleh berkumpul bersama, serta memerintahkan penggunaan masker di area publik. Sedangkan Paris dan beberapa kota lain di Prancis mulai memberlakukan jam malam sejak hari Sabtu lalu.

“Sentimen di Eropa terdampak oleh bertambahnya jumlah kasus COVID dan pembatasan (aktivitas sosial dan ekonomi), komentar yang kurang menyenangkan tentang kemajuan negosiasi dagang UE/Inggris, dan meningkatnya aksi Uni Eropa terhadap raksasa teknologi setelah dimulainya KTT Uni Eropa sore ini,” kata Tim Riddell dari Westpac.

Di sisi lain, pembagian dana bantuan COVID-19 dari Uni Eropa menjadi sorotan banyak pihak. Dana pemulihan Uni Eropa senilai EUR750 Miliar akan disalurkan dalam bentuk hibah dan pinjaman bagi negara-negara anggota selama periode tujuh tahun. Namun, penyalurannya akan tergantung pada “penghormatan pada aturan hukum” sesuai terjemahan Brussels. Hal ini menempatkan negara-negara Eropa Timur dalam posisi kritis. Ada keraguan tentang apakah dana benar-benar akan sampai ke tujuan sesuai rencana.

Baca Juga:   Harga Minyak Jatuh Tapi Mendekati Tertinggi Tiga Bulan Di Tengah Jatuhnya Persediaan Minyak Mentah

“Pembagian dana berisiko terdampak oleh sengketa tentang aturan hukum di sejumlah bagian Uni Eropa (Hungaria dan Polandia). Apalagi skala hibah senilai EUR310 Miliar tampak moderat ketika dibagi hingga akhir MFF,” ujar Jeremy Stretch dari CIBC Capital Markets, “(Selain itu) penurunan ekspektasi investor dalam survei ZEW terbaru tampaknya merupakan konsekuensi dari peningkatan jumlah kasus (COVID) dan pengetatan batasan lockdown.”

Secara teknikal, EUR/USD juga berisiko melemah lebih lanjut. Sebagaimana diungkapkan oleh Karen Jones dari Commerzbank, “Perhitungan gelombang Elliott EUR/USD intraday tetap negatif dan menandakan perhatian tetap pada support awal di 1.1695. Kami menganggapnya sebagai titik break down penting jangka pendek, dan kegagalan di sini akan menarget ulang level terendah terbaru pada 1.1612. Di bawah 1.1612 akan menarget rekor tertinggi Maret 1.1495, yang jika tercapai, kemungkinan akan menahan (EUR/USD).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply