analisaforex

Euro Rebound Berkat Kabar Baik Dari Italia

Afiliasi IB XM Broker

Euro akhirnya beranjak naik pada perdagangan sesi Asia hari Rabu ini (3/Oktober), setelah merosot lima hari beruntun gara-gara terancam kisruh Italia-Uni Eropa. Kabar baik dari Italia mengenai rencana untuk menyesuaikan defisit anggaran dengan permintaan Uni Eropa, mendorong Single Currency ini untuk rebound. Namun demikian, kabar tersebut belum berstatus resmi, sehingga Euro kembali melandai pada sesi Eropa.

Menjelang akhir sesi Eropa, pasangan mata uang EUR/USD tercatat hanya naik 0.12 persen ke 1.1560, padahal sempat mencapai level tertinggi harian pada 1.1593. Pasangan EUR/GBP juga terpantau flat, sedangkan EUR/JPY naik 0.25 persen ke 131.59, dan EUR/CHF meroket 0.41 persen ke 1.1408.

Euro Rebound Berkat Kabar Baik Dari Italia

Tadi pagi, media massa Italia melaporkan bahwa pemerintah Italia akan bersedia memangkas rencana defisit anggaran tahun 2020 dan 2021 dari 2.4 persen ke level 2.2 persen dan 2.1 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Walaupun, Roma disebutkan tetap akan mempertahankan rencana defisit 2.4 persen untuk tahun 2019. Perdana Menteri Giuseppe Conte akan menggelar rapat kabinet hari ini untuk mendiskusikan situasi tersebut.

Baca Juga:   Dolar AS Terpuruk Di Tengah Gejolak Demonstrasi AS

Italia harus mengirim rancangan anggarannya ke Komisi Uni Eropa pada pertengahan bulan ini. Namun, rencana defisit anggaran 2.4 persen yang ditentukan sebelumnya terancam melangkahi aturan fiskal yang diberlakukan Uni Eropa atas negara-negara anggoanya. Hal itu pun memicu kekhawatiran pasar kalau-kalau negara di benua Eropa tersebut akan memicu krisis utang baru.

Di awal pekan, para pejabat Uni Eropa dan Italia telah ramai saling bersilat lidah via media mengenai perkara defisit anggaran. Bahkan, Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker sampai memperingatkan adanya risiko krisis utang seperti yang dulu melanda Yunani dan menyeret negara-negara Uni Eropa lain, apabila Italia bersikeras menolak memangkas rencana defisit anggarannya.

Selain memantau perkembangan masalah ini, pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi dari Amerika Serikat yang dapat berdampak besar. Diantaranya data Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor Manufaktur versi ISM dan ADP Non-farm Payrolls yang akan dirilis hari ini. Keduanya seringkali dianggap sebagai indikator pendahuluan bagi data Non-farm Payroll yang akan dirilis AS pada hari Jumat dan biasanya mengakibatkan gejolak cukup besar pada mata uang-mata uang mayor, termasuk EUR/USD.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply