analisaforex

Euro Menggeliat Pasca Rilis Data GDP, Rebound Tidak Signifikan

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD naik tipis sekitar 0.2 persen pada kisaran 1.1830-an dalam perdagangan sesi New York (13/11), menyusul rilis data ekonomi Zona Euro yang kurang meyakinkan. Sentimen global masih menopang outlook euro untuk saat ini, tetapi pemulihan ekonomi kawasan diperkirakan bakal alot.

Euro Menggeliat Pasca Rilis Data GDP

Eurostat melaporkan pertumbuhan GDP Zona Euro kuartal III/2020 meroket 12.6 persen (Quarter-over-Quarter), secara efektif membalik catatan -11.8 persen pada kuartal sebelumnya. Namun, kenaikan GDP kuartalan tersebut masih di bawah ekspektasi yang sebesar 12.7 persen.

Data GDP tahunan juga hanya tercatat pulih dari -14.8 persen menjadi -4.4 persen, tetapi belum memenuhi ekspektasi yang sebesar -4.3 persen. Padahal pemberlakuan kembali lockdown nasional di beberapa negara mulai awal bulan November ini kemungkinan bakal menjerat pertumbuhan kuartal keempat.

“Pergelutan ekonomi selama beberapa bulan ke depan kemungkinan akan mengekang rebound pasar meskipun ada vaksin yang akan datang,” kata Joshua Mahony, seorang analis senior IG, “Ketakutannya adalah kenaikan terus menerus dalam kasus dan kematian AS pada akhirnya akan memaksa Joe Biden untuk memberlakukan lockdown nasional pada Januari, sementara negeri yang terpecah akan membuat kebijakan seperti itu kurang efektif dibanding di tempat lain. Di Eropa, kita juga belum menyaksikan kurva (penyebaran COVID-19) berbalik turun.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 21/08/2018 - BNI BALI KEJAR TARGET AGEN "LAKU PANDAI"

Analis lain menyoroti masih banyaknya masalah yang menjerat Single Currency untuk sementara ini. Apabila masalah-masalah itu berhasil terselesaikan, euro akan memperoleh peluang reli yang cukup baik.

“Profil EUR yang lemah untuk carry (trade), risiko kebijakan ECB Desember, faktor brexit, dan tertundanya reli pasar ekuitas global, semuanya menjadi jangkar EURUSD dalam jangka pendek. Tapi rentang 1.1700/50 tampaknya mulai solid sebagai support daily jangka pendek bagi pair ini, dan sebuah resolusi untuk satu atau beberapa faktor di atas pada akhirnya akan memitigasi halangan untuk kenaikan pasangan mata uang ini (dalam pandangan kami),” ujar Stephen Gallo dari BMO Capital Markets.

Gallo menilai euro belum ambil untung dari depresiasi USD selama beberapa waktu belakangan ini. Sebaliknya, mata uang-mata uang Asia dan dolar komoditi justru sudah reli lebih dulu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply