Euro Menang Data, Dolar AS Merana

Indeks dolar AS (DXY) meleset sekitar 0.5 persen sampai kisaran 102.16 pada awal sesi New York malam ini (30/3/2023), sementara EUR/USD melambung dengan persentase yang sama untuk menjangkau level tertinggi sepekan. Data ekonomi dan ekspektasi suku bunga berperan penting dalam fluktuasi tersebut.

Euro Menang Data Dolar AS Merana

Pengumuman data inflasi Jerman tadi sore menunjukkan laju sebesar 7.4 persen (Year-on-Year) per bulan Maret 2023. Angka tersebut lebih tinggi daripada estimasi konsensus yang sebesar 7.3 persen, meskipun sudah menurun jauh dibandingkan laju 8.7 persen pada periode sebelumnya.

Data inflasi Jerman memberikan alasan kuat bagi pelaku pasar untuk mengantisipasi laju inflasi Zona Euro yang lebih tinggi dalam perilisan hari Jumat. Sementara itu, pasar terus mengharapkan bank sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga sebanyak dua kali lagi dengan besaran masing-masing 25 basis poin pada rapat-rapat kebijakan berikutnya.

ECB dalam rapat kebijakan terakhirnya mengekspresikan sikap hawkish yang nyata, meskipun menambahkan keterangan bahwa kenaikan suku bunga akan tergantung pada data. Di sisi lain, Federal Reserve dalam pengumuman kebijakan minggu lalu malah bersikap lebih hati-hati.

Baca Juga:   USD / JPY Menguat Setelah Pedagang Membeli Dip

“Ada divergensi yang berkembang antara ECB dan The Fed yang akan membebani dolar,” kata Bipan Rai, kepala strategi FX Amerika Utara di CIBC Capital Markets in Toronto, “(Data inflasi Eropa) menandakan ada lebih banyak pekerjaan yang harus digarap ECB, dan itu dapat mengimbangi kesenjangan kebijakan suku bunga antara ECB dan The Fed ke depan.”

Di saat yang sama, para analis menilai pasar saat ini sudah kebablasan. Mereka berpendapat pasar terlampau meremehkan ekspektasi suku bunga The Fed, sedangkan ekspektasi suku bunga ECB malah terlalu tinggi. Situasi ini pada akhirnya dapat membatasi ruang reli EUR/USD.

Rai menambahkan, “Kami cukup yakin bahwa The Fed akan, kemungkinan besar, menaikkan suku bunga satu kali lagi dan akan terus mempertahankannya sepanjang sisa tahun ini, tetapi kami tak bisa mengatakan hal yang sama bagi ECB saat ini.”

“Euro terpukul oleh badai sempurna yang mengejutkan dalam sebagian besar tahun lalu, tetapi situasi berubah cukup positif sekarang,” papar analis dari BofA Global Research dalam catatan yang dikutip oleh Reuters, “Namun, kami memeringatkan bahwa pasar sekali lagi sudah melangkah terlalu jauh, memperhitungkan pemangkasan suku bunga The Fed, (sehingga) perhitungan ulang (ekspektasi suku bunga AS dan Eropa) kemungkinan akan membebani EUR/USD dalam jangka pendek.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.