Euro Berpotensi Reli Jika ECB Bikin Kejutan Minggu Depan

Nilai tukar euro cenderung fluktuatif dalam rentang terbatas antara 1.060-1.080 terhadap dolar AS dalam perdagangan pekan ini. EUR/USD bahkan melemah sekitar 0.3 persen seusai rilis data Non-farm payroll AS pada sesi New York (4/6/2022). Namun, sejumlah analis menilai Single Currency berpotensi melambung jika bank sentral Eropa (ECB) mengumumkan kenaikan suku bunga sebanyak 50 basis poin pada rapat kebijakan minggu depan.

Euro Berpotensi Reli Jika ECB Bikin Kejutan Minggu Depan

Data yang dipublikasikan pekan ini menunjukkan bahwa inflasi Zona Euro mencapai 8.1 persen pada April 2022, sementara inflasi inti mencapai 3.8 persen (Year-on-Year). Semua ini mendesak ECB segera melaksanakan pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Retorika para pejabat ECB membuat pasar keuangan saat ini baru memperhitungkan kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada Juli dan 25 basis poin lagi September. Akan tetapi, semakin banyak pelaku pasar yang mensinyalir ECB bakal menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin hingga realisasi ekspektasi ini berpotensi menjadi kejutan signifikan bagi euro.

“Euro tak dapat memetik keuntungan lebih lanjut dari data (inflasi yang dirilis pekan ini), karena pasar sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga ECB sebanyak 25 basis poin masing-masing dalam Juli dan September. Agar euro menemukan support tambahan, harus ada tambahan sinyal bahwa ECB akan menaikkan suku bunga dengan lebih cepat dan bahwa mereka mungkin mempertimbangkan kenaikan 50 bps,” kata Antje Praefcke, seorang analis dari Commerzbank, “Namun, belum ada sinyal bahwa hal itu akan terjadi. Kenaikan suku bunga secara bertahap tampaknya (masih) menjadi pilihan aksi Dewan ECB.”

Baca Juga:   Emas Di Tahun 2019 Dibuka Dengan Kehebohan Sebagai Tanda Peringatan Berkedip Pada Pertumbuhan

Deutsche Bank merupakan bank investasi besar pertama yang memperkirakan kenaikan suku bunga ECB sebesar 50 bps dalam tahun 2022. Tinjauan yang dirilis Deutsche Bank menjelang rapat kebijakan ECB pekan depan mengungkapkan bahwa “rate hike” itu lebih mungkin terjadi pada September, sehingga bisa sangat mengejutkan pasar dan memicu reli euro jika terjadi pada Juli.

Deustche Bank bahkan menilai ECB terlampau meremehkan proyeksi inflasi ke depan, sehingga dapat mengetatkan kebijakan secara lebih agresif lagi. Tapi tak semua analis sepakat dengan pandangan tersebut.

Stephen Gallo, pakar strategi FX dari BMO Capital, mengatakan bahwa euro memang bisa diuntungkan oleh dihentikannya kebijakan suku bunga negatif ECB. Namun, ada banyak alasan untuk tetap berhati-hati menyikapi euro dalam jangka pendek. Beberapa alasan itu antara lain defisit neraca transaksi berjalan yang cukup langka di tengah lonjakan harga komoditas, serta potensi stres yang muncul dari selisih yield obligasi antar negara anggota Zona Euro yang semakin besar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.