EUR/USD Terbebani Oleh Kebijakan Moneter ECB

Pasangan mata uang EUR/USD sempat menguat pesat pada akhir pekan lalu, tetapi amblas lagi ke kisaran 1.1300 pada perdagangan sesi New York hari Senin ini (10/Januari). Kurs dolar AS terus tertopang oleh ekspektasi kebijakan Federal Reserve AS yang cenderung hawkish, sedangkan euro tetap terbebani oleh kebijakan moneter longgar dari bank sentralnya.

EURUSD Terbebani Oleh Kebijakan Moneter ECB

Data Non-farm Payroll AS untuk bulan Desember 2021 memicu kekecewaan pelaku pasar pada hari Jumat lalu. Namun, tingkat pengangguran AS turun ke bawah ambang 4 persen untuk pertama kalinya sejak wabah COVID-19 merebak. Konsekuensinya, trader dan investor tetap mengharapkan The Fed akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar uang telah memperhitungkan peluang lebih dari 90 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Maret. Dua event penting dari AS pekan ini -testimoni Ketua The Fed Jerome Powell dan rilis data inflasi AS- kemungkinan juga mendukung harapan tersebut.

EUR/USD gagal mempertahankan momentum penguatannya di tengah lingkungan pasar yang seperti ini. Apalagi bank sentral Eropa (ECB) masih terus mempertahankan Quantitative Easing dalam jumlah besar dan suku bunga nyaris nol, meskipun laju inflasi Zona Euro telah melonjak sampai 5 persen (Year-on-Year) pada bulan Desember 2021.

Baca Juga:   NZD / USD Sedikit Lebih Tinggi Setelah Data Penjualan Ritel

Pada akhir pekan, anggota Dewan Gubernur ECB Isabel Schnabel mengatakan bahwa kenaikan harga energi mungkin memaksa bank sentral untuk berhenti mengabaikan lonjakan inflasi dan mulai memantau pertumbuhan harga-harga. Namun, pasar mengabaikan komentar Schnabel yang berbeda dengan pandangan mayoritas pejabat ECB itu.

Kit Juckes, seorang pakar strategi dari Societe Generale, menilai para investor meyakini masih terlalu dini bagi ECB untuk mengetatkan kebijakan moneter mereka. Menurutnya, komentar Schnabel dapat dipandang sebagai “peringatan” tentang arah kebijakan ECB berikutnya. Akan tetapi, ia menambahkan, “Saya pikir (pengetatan kebijakan moneter ECB) itu cerita untuk paruh kedua tahun ini dan tahun depan.”

Euro juga bertekuk lutut terhadap pound sterling. Pada awal tahun 2022, EUR/GBP jatuh ke rekor terendah sejak Februari 2020 pada level 0.8330-an. Pasangan mata uang tersebut sempat berupaya bangkit pada hari-hari berikutnya, tetapi masih terpuruk pada 0.8340-an saat berita ini ditulis.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply