EUR / USD Menyentuh Posisi Terendah Setelah Sesi Data AS

Euro jatuh ke level terendah dua minggu terhadap dolar pada Kamis, setelah data ekonomi AS mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera mulai untuk phase out program stimulus tersebut.

EUR / USD mencapai 1,3205 pada perdagangan pagi AS, terendah sejak 2 Agustus, pasangan kemudian dikonsolidasikan pada 1,3220, shedding 0,26%. Pasangan ini cenderung untuk mencari dukungan di 1,3164, rendahnya 25 Juli dan resistance pada 1,3279, tinggi Rabu.

Greenback menguat secara luas setelah Departemen Tenaga Kerja mengatakan jumlah orang yang mengajukan bantuan pengangguran di AS turun ke level terendah sejak Januari 2008 pekan lalu, turun 15.000 sampai 320.000.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa harga konsumen AS naik yang disesuaikan secara musiman 0,2% pada Juli, sejalan dengan perkiraan. Harga konsumen inti, tidak termasuk makanan dan biaya energi, juga naik 0,2%, sesuai perkiraan. Data memperkuat pandangan bahwa pemulihan ekonomi cukup kuat bagi bank sentral AS untuk memulai penutupan program pembelian aset USD85 miliar-a-bulan akhir tahun ini.

Baca Juga:   Harga Minyak Naik Di Tengah Harapan Brexit, Tapi Kekhawatiran Atas Cina Membatasi Keuntungan

Dolar mengabaikan data yang menunjukkan bahwa produksi industri AS datar pada bulan Juli, hilang harapan untuk peningkatan 0,3%. Laporan lain menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur di Philadelphia-wilayah diperluas di laju paling lambat dalam empat bulan pada bulan Agustus, sementara aktivitas manufaktur di Empire State turun tak terduga.

Euro juga melemah terhadap pound dan yen, dengan EUR / GBP turun 0,41% menjadi 0,8513 dan EUR / JPY kehilangan 0,35% diperdagangkan pada 129,64. Sterling mencapai tertinggi sesi terhadap euro dan dolar Kamis pagi setelah data resmi menunjukkan bahwa penjualan ritel Inggris naik lebih kuat dari yang diperkirakan pada bulan Juli, memicu optimisme atas pemulihan ekonomi. Penjualan ritel Inggris naik 1,1% pada bulan Juli, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan 0,6% dan 3% lebih tinggi dari tahun sebelumnya karena cuaca panas cuaca yang lebih cerah mendongkrak penjualan makanan, alkohol, pakaian dan outdoor item.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.