EUR/USD Makin Payah Gegara Aktivitas Ekonomi Melemah

EUR/USD berpotensi membukukan penurunan tiga pekan beruntun di bawah ambang 1.0700 pada akhir perdagangan hari Jumat ini (21/6/2024). Beberapa data terkini menguak tanda-tanda pelemahan ekonomi kawasan Euro, padahal sang Mata Uang Tunggal juga masih terbebani oleh gonjang-ganjing menjelang pemilu Prancis pada akhir bulan.

EURUSD Makin Bearish Gegara Aktivitas Ekonomi Melemah

Semua rincian dalam laporan S&P Global mengenai aktivitas bisnis sektor manufaktur dan jasa Zona Euro tercatat meleset dari perkiraan konsensus. Data untuk Prancis dan Jerman juga mengalami kemunduran.

Data menampilkan penurunan skor PMI Manufaktur Zona Euro dari 47.3 menjadi 45.6 pada awal Juni 2024. PMI Jasa Zona Euro juga terpangkas dari 53.2 menjadi 52.6 saja, padahal konsensus mengharapkan pertumbuhan sampai 53.5.

Menurut S&P Global, perusahaan-perusahaan melaporkan bahwa subindeks pesanan baru menurun untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Penurunan tersebut lantas menyeret pula aktivitas bisnis dan ketenagakerjaan.

Tingkat inflasi biaya input dan output masing-masing turun ke posisi terendah dalam enam dan delapan bulan. Sementara itu, kepercayaan dunia usaha merosot ke level terendah sejak Februari.

Baca Juga:   Dolar Secara Luas Lebih Rendah VS Saingan Menjelang Laporan Pekerjaan AS

European Central Bank (ECB) telah memangkas suku bunga pada bulan Juni seiring dengan ekspektasi inflasi dan kondisi ekonomi yang semakin melemah. Dengan kemunduran dalam data PMI terbaru ini, ECB kemungkinan tergugah untuk memangkasnya lagi dalam waktu dekat.

Bert Colijn, Ekonom Senior Zona Euro di ING Bank, berpendapat, “PMI (Zona Euro) yang lebih rendah pada bulan Juni menunjukkan bahwa pertumbuhan pada kuartal kedua mungkin lebih lambat dari perkiraan awal. Dengan berkurangnya tekanan harga menurut survei ini, hal ini mempertegas pandangan bahwa lingkungan ekonomi yang moderat selaras dengan ekspektasi pelonggaran yang sangat hati-hati dari ECB.”

Kekhawatiran terhadap sikap ECB yang lebih dovish itu berpotensi kian menekan kurs EUR/USD. Apalagi rilis data PMI Amerika Serikat pada sesi New York terlihat jauh lebih cemerlang.

Dolar AS akan terus tersokong oleh ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap tinggi dan kondisi ekonomi yang relatif lebih kuat. Di sisi lain, Euro terus terbebani oleh kemelut politik kawasan dan pemulihan ekonomi yang tidak stabil.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.